Sempat Ditahan Bupati, Beko Pembalak Liar Diduga Dibawa Pergi Pemilik

Komunitas Samosir Green mengatakan alat tersebut diketahui dua hari setelah penahanan tidak lagi di lokasi.

Sempat Ditahan Bupati, Beko Pembalak Liar Diduga Dibawa Pergi Pemilik
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
FOTO ILUSTRASI: Kondisi pascabanjir bandang di Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitio-tio, Samosir, Senin (6/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN. COM,  SAMOSIR-Alat berat beko yang sempat diperintahkan Bupati Rapidin Simbolon untuk ditahan saat Sidak Sabtu 18 Mei 2018 lalu tidak lagi berada di hutan Tele, tepatnya di Hariara, pintu Desa Partukoan Naginjang, Kamis (24/5/2019).

Fernando Sitanggang, Komunitas Samosir Green mengatakan alat tersebut diketahui dua hari setelah penahanan tidak lagi di lokasi.

"Alat berat yang sempat ditahan bapak bupati, raib dan tidak lagi ada di lokasi",tambahya.

Padahal, sebelumnya Bupati Samosir Rapidin Simbolon  meminta pihak kepolisian agar melakukan pengamanan pada dua alat berat, berupa Exavator agar tidak dibawa oleh pemiliknya. Rapidin bahkan membeberkan sesuai sidaknya, penebangan itu sudah melanggar hukum karena pelaku penebangan tidak memiliki izin lingkungan.

Sayangnya, sesuai penelusuran yang dilakukan Komunitas Samoair Green, kata Fernando yang konsen issu keselamatan lingkungan di Samosir in empat hari pasca temuan tersebut, dua alat berat tersebut sudah hilang dari lokasi penebangan pohon di Sitonggitonggi, Desa Partungkonaginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Iya juga menjelaskan, dalam pengamanan itu tidak ada kepastian dan kejelasan siapa yang berwenang melakukan pengamanan pada dua alat berat itu. Namun, permintaan Bupati kepada Polres untuk mengamankan barang bukti sementara seperti kurang diindahkan. Sehingga, mau tak mau Pemkab melalui Sat Pol PP yang mau mengamankan di tengah hutan belantata itu sedaya mampu mereka.

Sayangnya, keterbatasan kempuan alat berat tersebut justru hilang.  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Samosir, Darwin Sihombing juga membenarkan hal itu.

Setelah dilakulan penelusuran, kata Darwim alat berat itu bergeser di satu lokasi, di Desa Hutagalung kearah TPL dan sampai saat ini masih ada di sana. "Benar bahwa alat berat tersebut tidak ada di lokasi penebangan di Desa Partungkon Naginjang, tapi sudah di arah TPL Desa Hutagalung," terang Darwin Sihombing.

Karenanya, Pemkab Samosir melalui Satpol PP disebutnya akan tetap melakukan pengawasan dan montoring di sekitar lokasi penebangan. Kerjasama pengawasan dilakukan bersama aparat desa setiap malamnya.

Pengawasan dan monitoring tetap dilakukan untuk mengantisipasi, agar tidak diambil oleh pemiliknya, sampai status hukum alat bukti tersebut jelas kedepannya.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved