Wanita Ini Terbang dari Malaysia ke Samosir Mencari Keadilan, Laporannya Mengendap di Kantor Polisi

RS datang ke Polres Samosir melaporkan tindak pidana pornografi dan UU ITE yang terjadi pada Rabu 2 Januari 2019 yang terjadi di Kecamatan Simanindo.

Wanita Ini Terbang dari Malaysia ke Samosir Mencari Keadilan, Laporannya Mengendap di Kantor Polisi
FOTO ILUSTRASI 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - RS (24), Warga Kecamatan Simanindo kecewa berat terhadap kinerja Polres Samosir atas kasus yang menimpa keluarganya.

Soalnya, dugaan kasus Pornografi & ITE, pelecehan wanita dari Media Sosial yang mereka laporkan sejak Januari 2019 lalu tidak ada tanda-tanda penanganan hingga Rabu (22/5/2019).

"Sudah berbulan-bulan kasus kami sepertinya tidak diproses," sebutnya dengan raut wajah kecewa.

Kata RS berparas cantik ini, dirinya membuat pengaduan ke Polres Samosir pada 2 Januari 2019.

Dalam laporannya, terlapor DS telah melakukan pelecehan sexual melalui media sosial terhadap adiknya KS (21).

RS datang ke Polres Samosir melaporkan tindak pidana pornografi dan UU ITE yang terjadi pada Rabu 2 Januari 2019 yang terjadi di Kecamatan Simanindo, Samosir. Dalam surat yang tertera, sesuai laporannya Nomor LP : 02/I/2019/SMR/SPKT/3 Januari 2019.

Atas laporannya tersebut, Polres Samosir meminta korban alias KS adik kandung RS ikut kembali melapor untuk diproses. Permintaan itu pun disanggupi RS.

Kemudian, ia pun meminta adiknya KS yang merantau ke Malaysia segera pulang kampung untuk memenuhi panggilan polisi.

Pada Januari 2019 lalu KS ikut kembali memberi keterangan, dan surat LP terlampir tidak diberikan kepada RS.

Kemudian, RS menyerahkan sebuah flashdisk tempat barang bukti dikumpulkan kepada polisi.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved