Bupati Dairi Tepati Janji, Bagikan Ratusan Ribu Bibit Kopi Arabika untuk Petani

Bantuan bibit kopi, pupuk, dan tanaman pelindung tersebut sebagian besar bersumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara.

Bupati Dairi Tepati Janji, Bagikan Ratusan Ribu Bibit Kopi Arabika untuk Petani
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Bupati Dairi Eddy Berutu secara simbolis menyerahkan bibit kopi Arabika kepada salah satu anggota kelompok tani penerima bantuan di Sidikalang, baru-baru ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Bupati Dairi Eddy Berutu pelan-pelan memenuhi janji Agenda Kerja 100 Hari-nya.

Kemarin, Kamis (21/5/2019), Eddy menyerahkan 125 ribu bibit tanaman kopi jenis arabika, sekitar 47,5 ton pupuk organik, dan 20 ribu batang tanaman pelindung kepada 19 kelompok tani.

Para kelompok tani tersebut berasal dari lima kecamatan di Kabupaten Dairi, yakni Sidikalang, Sumbul, Parbuluan, Berampu, dan Pegagan Hilir, yang memang sejak dahulu konsisten membudidayakan kopi.

Sebelum menyerahkan bibit secara simbolis kepada petani, Eddy dalam pidato sambutannya mengatakan, bantuan bibit kopi, pupuk, dan tanaman pelindung tersebut sebagian besar bersumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara.

Sekitar 25 ribu batang saja yang bersumber dari APBD Kabupaten Dairi.

Pemberian bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang.

Dikatakan Eddy, dahulu kopi merupakan komoditi unggulan dari Kabupaten Dairi. Namun, terhitung sejak 15 tahun terakhir, kejayaan Kopi Sidikalang merosot.

Kualitasnya kalah saing dengan produk kopi dari kabupaten lain di Indonesia.

Untuk itu, upaya pengembangan sektor pertanian kopi menjadi salah satu fokus kepemimpinannya, sehingga mendongkrak kesejahteraan rakyat, khususnya para petani.

"Kita optimistis mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang. Bila selama ini, dari Sidikalang yang terkenal jenis Robusta, kini kita datangkan bibit Arabika," ujar Eddy.

Di samping membagikan bibit, pupuk, dan tanaman pelindung, lanjut Eddy, Pemkab Dairi melalui Dinas Pertanian siap memberikan pelatihan bagi para petani.

Diharapkan, melalui bibit yang baru dibagi serta pelatihan, hasil produksi kopi dapat meningkat.

"Jika sebelumnya per hektare hanya mampu menghasilkan maksimal 671 kg, ke depan kita harap bisa menjadi satu ton per hektare. Tentunya, peningkatan ini dilakukan secara bertahap. Tidak mungkin bisa sekaligus dalam waktu sebentar," ujar Eddy.

Eddy menambahkan, pihaknya juga mengupayakan sertifikasi indikasi geografis kopi dari Kemenkumham RI. Dengan adanya sertifikasi tersebut, kualitas kopi Sidikalang diakui dan harga jualnya otomatis terdongkrak.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved