Indonesia Medan Aquascape Club, Tularkan Seni Berkebun dalam Air

Aquascape adalah seni memperindah akuarium dengan cara mendesain dan mengatur tanaman air serta akesoris di dalamnya.

Indonesia Medan Aquascape Club, Tularkan Seni Berkebun dalam Air
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Indonesia Medan Aquascape Club (IMAC). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tangan-tangan kreatif, Aquarium tak lagi hanya sebuah tempat berternak ikan atau sebuah hiasan belaka di ruang tamu. Namun aquarium saat ini bisa dikembangkan menjadi sebuah seni berkebun di dalam air. 

Aquascape namanya. Asal usul seni berkebun di dalam air ini disebut-sebut berasal dari Negeri Jepang pada tahun 1990.

Di Indonesia sendiri, Aquascape masuk pada tahun 1990 dan terus berkembang. Di Kota Medan sendiri pehobi Aquascape ternyata mulai berkembang jauh, hingga terbentuklah perkumpulan pehobby Aquascape pada tahun 2008 bernama Indonesia Medan Aquascape Club (IMAC) 

Andey Sheva, salahsatu anggota IMAC mengatakan bahwa dirinya ada keterikatan batin sendiri saat mecoba mendesain aquarium. Baginya Aquascape bukan sekadar menyediakan tumbuhan-tumbuhan untuk ikan. Sebaliknya, Aquascape justru menitikberatkan pada tumbuhan itu sendiri.

"Aquascape adalah seni memperindah akuarium dengan cara mendesain dan mengatur tanaman air serta akesoris di dalamnya. Jadi bagaimana cara kita mendesain tumbuhan air seindah mungkin," katanya, Rabu (15/5/2019).

Dijelaskan Andey, tumbuhan air tersebut saat ini sudah banyak dipasaran. Mulai dari yang termurah seharga Rp 5.000-Rp 10.000 dengan jenis stamplan sampai yang seharga Rp 100.000 ke atas untuk tumbuhan kolektor. 

Karyawan swasta yang membuka jasa desain Aquascape ini mengatakan bahwa pelbagai tumbuhan dapat ditemukan di Medan. Hal itulah yang  diyakininya tidak menyulitkan masyarakat untuk mencoba berkebun dalam air. Beberapa tanaman yang bisa dijadikan referensi Africa Water Fern, Amazon Sword, Anubias Nan, Cryptocoryne Becketti, Green Tiger Lotus Java Moss, Java Fern, Hypgrophililia Difformis dan Lilaeopsis.

"Kalau untuk ikannya, jenis ikan ikan yang kecil aja seperti neon, cardinal, ikan bupi, yang sering dipasaran pun bisa," katanya.

Pria 29 tahun ini mengatakan selera pehobi Aquascape saat ini berbeda-beda. Ada yang selera dengan berkebun di aquarium kecil berukuran 30 cm x 30 cm, ada pula yang sanggup berkebun di aquarium besar berukuran 3 meter x 3 meter.

"Tergantung selera masing-masing ya. Kalau yang standar paling bisa menghabiskan kocek Rp 300.000. Tapi ada kepuasan sendiri lho. Coba deh di rumah," ajaknya pria 29 tahun ini.

Saat ini IMAC Medan terus berkembang. Andey menaksir jumlah anggota IMAC lebih dari 50 orang, bahkan masih banyak yang belum bergabung dalam IMAC sendiri.

Aquascape dijelaskannya tak melulu menghabiskan uang. Diakuinya, sebagai salahsatu pehobi Aquascape, dirinya mampu meraup untung membuka jasa desain Aquascape.  Apalagi berbagai prestasi lahir dari desainnya seperti masuk dalam 120 dunia desain Aquascape terbaik di Taiwan, peringkat 30 desain Aquascape terbaik di China pada tahun 2017 menjadi modal penting untuk dipercaya masyarakat.

"Makanya di IMAC ini kita dapat saling berkomunikasi, bertukar informasi dan pengetahuan bagaimana berkebun dalam air. Gak ada persyaratannya kok, gabung aja ke FB atau Instagram," katanya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved