Kejari Medan Ringkus Notaris Herniati Penggelap Uang BPHTB Klien

Herniati merupakan terpidana dalam kasus penggelapan uang klien yang dijatuhkan hukuman 8 bulan penjara sesuai keputusan Mahkamah Agung.

Kejari Medan Ringkus Notaris Herniati Penggelap Uang BPHTB Klien
HO
Kejaksaan Negeri Medan berhasil menangkap buron terpidana kasus penggelapan uang Herniati (hijau) di kawasan Perumahan Angel Residence, Jumat (24/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Petugas Kejari Medan meringkus seorang notaris di Medan bernama Herniati (50) di kawasan Perumahan Angel Residence, Jumat (24/5/2019) dinihari.

Herniati merupakan terpidana dalam kasus penggelapan uang klien yang dijatuhkan hukuman 8 bulan penjara sesuai keputusan Mahkamah Agung.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan Parada Situmorang mengatakan, sejak putusan kasasi Mahkamah Agung diterima pada Januari 2018, pihaknya kehilangan jejak wanita itu.

Pasalnya saat akan dieksekusi, terpidana sudah tidak lagi menetap di kediaman yang juga sekaligus dijadikan sebagai kantornya.

Kediamannya berada di kawasan Jalan Rajawali I No. 6-A Kelurahan Kenangan Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang Kota Medan.

"Belakangan, akhirnya tim kita di lapangan menerima informasi bahwa terpidana menetap di rumah anaknya di kawasan Jalan Panglima Denai," kata Parada, Jumat (24/5/2019).

Tim yang diketuai Vernando Agus Hakim langsung melakukan penyelidikan di lokasi.

Saat dipastikan terpidana memang berada di perumahan tersebut, tim dari Kejari Medan langsung melakukan penangkapan terhadap wanita tersebut.

"Saat dijemput agak sedikit memaksa. Mungkin karena yang bersangkutan merasa ketakutan. Akhirnya dia menyerahkan diri," ujar Parada.

Parada menjelaskan bahwa Herniati dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus penggelapan pada 2017 lalu. Dia didakwa menggelapkan uang milik kliennya sebesar Rp. 46.230.500 rupiah.

Uang itu seharusnya diberikan untuk biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun oleh Herniati, uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi. Kasus ini kemudian bergulir hingga pengadilan.

"Sebelumnya dia dituntut 1 tahun 3 bulan. Di Pengadilan Negeri Medan dia dihukum 8 bulan penjara," sebut Parada.

"Dia banding lalu PT Medan menghukumnya dengan hukuman percobaan. Lalu jaksa mengajukan Kasasi ke MA. Di MA dia dihukum 8 bulan sebagaimana putusan PN Medan," jelas Parada.

Untuk langkah selanjutnya, wanita paruhbaya ini dibawa ke Lapas Wanita untuk menjalani masa hukuman.(mak/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved