KRONOLOGI Penyekapan Istri Ketua KPU saat Suami di Luar Rumah, Ini Penjelasan Polres Cianjur

KRONOLOGI Penyekapan Istri Ketua KPU saat Suami di Luar Rumah, Ini Penjelasan Polres Cianjur

KRONOLOGI Penyekapan Istri Ketua KPU saat Suami di Luar Rumah, Ini Penjelasan Polres Cianjur
Kompas.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
KRONOLOGI Penyekapan Istri Ketua KPU saat Suami di Luar Rumah, Ini Penjelasan Polres Cianjur 

TRIBUN-MEDAN.COM - KRONOLOGI Penyekapan Istri Ketua KPU saat Suami di Luar Rumah, Ini Penjelasan Polres Cianjur.  

Kepolisian masih mengusut kasus penyekapan yang dialami istri Ketua KPU Cianjur Jawa Barat.

//

Baca: UPDATE KERUSUHAN 22 Mei, 4 Pelaku Kerusuhan Positif Gunakan Narkoba, 2 Tersangka Terafiliasi ISIS

Baca: KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei

Baca: Amien Rais Tiba di Polda Metro Jaya, Penuhi Panggilan Polisi terkait Kasus Makar Eggi Sudjana

Yanti, istri Ketua KPU Cianjur Jawa Barat Hilman Wahyudi, disekap orang tak dikenal, Kamis (23/5/2019) malam.

Peristiwa ini terjadi di rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Jawa Barat, Hilman Wahyudi di Kampung Karangtengah, RT 002 RW 009, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pelaku yang berjumlah dua orang itu bahkan sempat menyekap istri Hilman, Yanti.

Saat kejadian, Hilman sedang tidak berada di rumah, hanya ada istri dan anaknya yang masih kecil.

Yanti yang terlihat syok usai mengalami kejadian tersebut menuturkan, saat itu selepas menunaikan shalat tarawih ia kaget mendapati dua orang masuk ke dalam rumah.

"Mukanya ditutupi. Masuknya lewat pintu depan, karena pintu belum saya kunci. Mereka langsung masuk dan mengikat saya dengan tali tambang," tutur Yanti, kepada wartawan, Jumat (24/5/2019) dini hari.

Dalam keadaan terikat, korban mengaku diseret ke bagian belakang rumah.

"Mereka sempat meminta saya untuk menelepon suami. Suami saat itu memang sedang ada urusan di luar rumah," tutur dia.

Korban menyebut, pelaku tak sempat meneruskan aksinya karena keburu diketahui warga.

Kedua pelaku berhasil melarikan diri.

Polisi dari Polres Cianjur yang mendapat laporan terkait kejadian tersebut langsung bergerak ke tempat kejadian perkara.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto menyebutkan, pihaknya masih mendalami kasus dugaan penyekapan tersebut.

Belum diketahui motif pelaku karena aksi mereka lebih dulu diketahui warga.

“Masih kami dalami, jika memang ada perkembangan kami informasikan lagi," kata dia.

Sejauh ini, lanjut Budi, tidak ada dugaan motif yang mengarah pada profesi suami korban sebagai Ketua KPU Cianjur.    

“Doakan saja cepat terungkap," imbuh dia.

Baca: KRONOLOGI Penyekapan Istri Ketua KPU saat Suami di Luar Rumah, Ini Penjelasan Polres Cianjur

Kesaksian Pedagang Mi Ayam

Dadan Bunyamin (39), seorang pedagang mi ayam yang pertama kali menolong istri ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi yang disekap, menjelaskan kronologi kejadian di rumah tetangganya tersebut.

Dadan mengatakan, sekitar pukul 23.30 WIB, Hilman datang menemuinya dengan tergesa-gesa.

"Dengan tergesa ia meminta tolong bahwa istrinya disekap," kata Dadan, Jumat (24/5/2019).

Polisi mengamankan tali tambang dari rumah Ketua KPU Cianjur, Jawa Barat, Hilman Wahyudi yang digunakan dua pelaku untuk menyekap istrinya, Kamis (23/05/2019) malam
Polisi mengamankan tali tambang dari rumah Ketua KPU Cianjur, Jawa Barat, Hilman Wahyudi yang digunakan dua pelaku untuk menyekap istrinya, Kamis (23/05/2019) malam (KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)

Tanpa pikir panjang Dadan langsung meninggalkan gerobak mi ayamnya di pinggir jalan dan langsung mencari warga lain untuk membantu Hilman.  

"Ada sekitar enam orang warga lalu kami membagi area, beberapa orang dari depan dan saya dari belakang," kata Dadan.

Dadan mengatakan, rumah Hilman bagian belakangnya langsung menghadap sawah dengan dipagari besi tinggi sekitar satu meter.

Dadan melihat posisi Yanti, istri Hilma, ada di bawah tiang tower. Ikatan mulutnya sedikit terbuka dan ia meminta tolong membawa anaknya yang masih berada di dalam rumah.

"Bu Yanti menangis, saya mengambil anaknya dan langsung menenangkan Bu Yanti," kata Dadan.

Dadan mengatakan, ponsel milik istri Hilman pun masih ada beserta barang berharga lainnya di dalam rumah.

"Saya juga bingung motifnya apa para pelaku itu, karena tak ada barang hilang dari rumah Ketua KPU Cianjur," kata Dadan.

Diberitakan sebelumna, rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Jawa Barat, Hilman Wahyudi di Kampung Karangtengah, RT 002 RW 009, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, disatroni orang tak dikenal, Kamis (23/5/2019) malam.

Pelaku yang berjumlah dua orang itu bahkan sempat menyekap istri Hilman, Yanti. Saat kejadian, Hilman sedang tidak berada di rumah, hanya ada istri dan anaknya yang masih kecil.

Yanti yang terlihat syok seusai mengalami kejadian tersebut menuturkan, saat itu selepas menunaikan shalat tarawih ia kaget mendapati dua orang masuk rumah.

"Masuknya lewat pintu depan karena pintu belum saya kunci. Mereka langsung masuk dan mengikat saya dengan tali tambang," tutur Yanti kepada wartawan, Jumat (24/5/2019) dini hari.

Dalam keadaan terikat, korban mengaku diseret ke bagian belakang rumah.

"Mereka sempat meminta saya untuk menelepon suami. Suami saat itu memang sedang ada urusan di luar rumah," tutur dia.

Korban menyebut, pelaku tak sempat meneruskan aksinya karena keburu diketahui warga. Kedua pelaku melarikan diri.

Baca: Amien Rais Tiba di Polda Metro Jaya, Penuhi Panggilan Polisi terkait Kasus Makar Eggi Sudjana

Baca: UPDATE KERUSUHAN 22 Mei, 4 Pelaku Kerusuhan Positif Gunakan Narkoba, 2 Tersangka Terafiliasi ISIS

Baca: THR PNS CAIR Hari Ini Jumat (24/5/2019), Pemerintah Alokasikan Rp 20 Triliun, Pegawai Non-PNS?

Baca: Cek Fakta Mobil Ambulans Gerindra tanpa Perlengkapan Medis, Polisi Ungkap 5 Orang dan Tumpukan Batu

(*)  

KRONOLOGI Penyekapan Istri Ketua KPU saat Suami di Luar Rumah, Ini Penjelasan Polres Cianjur

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istri Ketua KPU Cianjur Disekap Orang Tak Dikenal  dan Kesaksian Pedagang 

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved