Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf

Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf

Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf
Foto/KOMPAS.com/Devina Halim
Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf.

//

Penyebar berita bohong perihal adanya personel Brimob dari China saat mengamankan demonstrasi protes terhadap hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 mengaku menerima hoaks tersebut dari pihak lain.

Baca: VPN - Whatsapp, Cara Menggunakan VPN untuk Handphone Android, Atasi WhatsApp dan Instagram Down

Baca: TANGGAPAN Polisi Pria Bersorban Hijau Ancam Bunuh Jokowi dan Wiranto, Pelaku Ditangkap Tuduhan Makar

Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf
Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf (KOMPAS TV)

Pelaku berinisial SDA tersebut telah diringkus pada Kamis (23/5/2019) pukul 16.30 WIB di daerah Bekasi, Jawa Barat.

"Jadi saya menerima berita tersebut itu dari seseorang, artinya itu bukan kreasi saya, tapi saya terus terang khilaf sehingga saya ikut menyebarkan berita tersebut," ungkap SDA saat dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Ia tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan menggunakan masker yang menutupi sebagian mukanya.

SDA pun meminta maaf kepada pihak kepolisian karena tidak berhati-hati dalam bermedia sosial.

"Pada kesempatan ini saya mohon maaf pada semua pihak terutama kepolisian bahwa ternyata saya tidak cermat dalam memanfaatkan sosial media yang ada," tutur dia.

Menurut keterangan polisi, pelaku menyebarkan hoaks tersebut ke 3-4 grup di aplikasi pesan instan WhatsApp.

Aparat mengatakan, foto yang digunakan pelaku adalah swafoto seseorang di lokasi kejadian dengan para anggota.

Baca: VPN - Whatsapp, Cara Menggunakan VPN untuk Handphone Android, Atasi WhatsApp dan Instagram Down

Baca: Sempat Viral, Sosok Briptu Andre Iroth Jadi Terkenal Disebut Aparat Impor dari China, Ini Sebenarnya

Baca: Amien Rais Terbaru - Alasan Amien Rais Bilang Bukan Ganti Rezim atau Jatuhkan Presiden Tengah Jalan

Tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b (1) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 16 Ayat 1 dan Ayat 2 dan Pasal 15 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ancaman hukuman maksimal untuk pelaku adalah enam tahun penjara.

Baca: Amien Rais Terbaru - Alasan Amien Rais Bilang Bukan Ganti Rezim atau Jatuhkan Presiden Tengah Jalan

Baca: UPDATE Ledakan Bom Sasar Pejalan Kaki di Prancis, 13 Korban Luka-luka, Dicurigai Pria Bersepeda

Ancaman Hukuman Pria Bohong Bilang Anggota Brimob dari China Amankan Demonstrasi hingga Minta Maaf

tautan asal kompas

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved