Doa dan Tausyiah Bersama Napi, Kakanwil Dewa Putu Gede Minta Jaga Tanjung Gusta

Kakanwil Kemenkumham Sumut Dewa Putu Gede duduk lesehan bersama ribuan napi serta puluhan anak panti asuhan.

Doa dan Tausyiah Bersama Napi, Kakanwil Dewa Putu Gede Minta Jaga Tanjung Gusta
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Kakanwil Kemenkumham Sumut Dewa Putu Gede duduk lesehan bersama ribuan napi serta puluhan anak panti asuhan di Masjid At-Taubah Lapas Tanjung Gusta Medan, Sabtu (25/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kakanwil Kemenkumham Sumut Dewa Putu Gede duduk lesehan bersama ribuan napi serta puluhan anak panti asuhan di Masjid At-Taubah Lapas Tanjung Gusta Medan, Sabtu (25/5/2019).

Kehadiran mantan Kakanwil Kemenkumham Jateng ternyata dalam rangka doa dan tausiyah di malam Nuzulul Qur’an bersama 33 anak Panti Asuhan Al-Wasliyah.

Tampak hadir, Kepala Lapas Tanjung Gusta Budi Situngkir dan Kepala Divis Lapas M. Jahari Sitepu, KPLP Lapas Tanjung Gusta, Pithra Jaya Saragih dan jajaran Kemenkumham dan Lapas Tanjung Gusta.

Dimana tema yang diusung adalah "Dengan Nuzulul Qur’an Kita Tingkatkan Rasa Kasih Sayang Antar Sesama dan Menguatkan Ukwah Islamiah Serta Saling Menghargai Antar Umat Beragama".

Amatan Tribun, para napi sudah duduk rapi sejajar, mereka tampak sudah mengenakan baju koko serta sarung juga tak lupa mengenakak kopiah yang didominasi warna putih.

Para napi tampak kompak satu dengan yang lain berbincang antara sesama napi, juga mereka tampak akrab berdampingan bersama 33 anak yatim piatu yang telah diundang dalam acara syukuran tersebut.

Sebelum dimulainya tausiah, para narapidana tampak antusias mendengarkan sambutan dari Kakanwil Dewa Putu Gede. Beberapa kali teriakan "Sanggup," diteriakkan ribuan narapidana ketika ditanyai untuk menjaga ketentraman di Lapas Tanjung Gusta.

Dewa mengungkapkan bahwa momentum Bulan Ramadan sebagai refleksi kemenangan dari masa penantian selama sebulan penuh menjalani ibadah Puasa.

"Kehadiran kita pada sore hari ini, tentunya untuk menyongsong datangnya hari kemenangan, luar biasa untuk menyongsong hari kemenangan itu, sekarang perangnya telah selesai, mudah-mudahan insyaallah. Satu tahun ada 12 bulan, hanya diambil 1 bulan saja untuk berbuat sesuatu yang enak untuk kita. Selama 11 bulan kita makan terus 24 jam tak henti henti, tetapi kita korbankan, kita lakukan yang terbaik, berjuang, hanya 1 bulan hanya 30 hari," tuturnya.

"Bayangkan, Tuhan memberikan kemurahan yang luar biasa kepada kita untuk umat Muslim, tetapi kalau itu tidak dilakukan, rugi hidup ini, betul nggak," tanya Kakanwil kepada para narapidana dengan serentak menjawab "Amin".

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved