GNKR Tak Jadi Demo, Kapolrestabes: Tetap Jaga Kesehatan Masih Banyak Tugas Kita

Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara tidak jadi datang ke Polda Sumut untuk unjuk rasa, Sabtu (25/5/2019).

GNKR Tak Jadi Demo, Kapolrestabes: Tetap Jaga Kesehatan Masih Banyak Tugas Kita
Tribun Medan / Sofyan Akbar
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat memantau personel gabungan yang ikut apel di lapangan KS Tubun Polda Sumut, Sabtu (25/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara tidak jadi datang ke Polda Sumut untuk unjuk rasa, Sabtu (25/5/2019).

Menurut informasi massa GNKR mendatangi Polda Sumut untuk meminta pihak kepolisian menuntaskan sejumlah pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 kemarin.

Gerakan massa yang dipusatkan di Mesjid Raya Almashun di Jalan Medan - Tanjung Morawa ini juga meminta Polda Sumut untuk membatalkan keputusan KPU tentang Pilpres dan mencabut diskualifikasi terhadap pasangan calon (Paslon).

Selain itu, GNKR meminta Polda Sumut juga mencabut semua pelaporan terkait pelaksanaan Pemilu dan Undang -undang ITE, serta lakukan investigasi terhadap korban selama pelaksanaan Pemilu.

GNKR meminta agar mengembalikan kedaulatan kepada rakyat dan mengusut tuntas terhadap pelaku penembakan peluru tajam terhadap sejumlah pengunjukrasa.

Mereka juga meminta pihak kepolisian agar kembali kepada fungsinya sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat, serta meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tewasnya sejumlah petugas KPPS selama pelaksanaan Pemilu kemarin.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyatakan pihaknya sudah mengetahui akan adanya aksi unjuk rasa yang akan dilakukan massa dari GNKR Sumut.

"Silahkan saja mereka datang untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan teratur," ujar MP Nainggolan, Sabtu (25/5/2019).

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang sudah standby sebelum pukul 14.00 WIB akhirnya menjelaskan melalui apel di lapangan KS Tubun menyatakan kepada para anggota yang sudah siap mengawal para pendemo menyampaikan aspirasinya bahwa unjuk rasa tidak jadi dilakukan karena ada lain hal.

"Mereka tadi sudah berada di Masjid Raya dengan truk komando untuk menyampaikan pendapat. Dan mereka tidak jadi datang karena sesuatu hal. Kelihatannya ini berkat doa kita semua," kata Dadang Hartanto saat berbicara kepada personel polisi di lapangan KS Tubun Polda Sumut.

Ia mengaku pihaknya sudah menyiagakan 960 personel yang terdiri dari 460 personel Polrestabes Medan, TNI dua kompi, dan dari Polda ada tiga kompi.

Pihaknya mengingatkan pada Senin (27/5/2019) ada unjuk rasa yang cukup besar di DPRD. Di situ, sambungnya pihaknya berharap laksanakan tugas sesuai dengan rencana pengamanan bersama rekan-rekan TNI, Brimob dan Dalmas.

"Masih banyak tugas kita yang harus dilaksanakan. Jaga kesehatan, banyak bersabar dan emosi diatur. Meskipun kita letih, itu nanti dihitung sebagai amal ibadah. Apalagi ini bulan Ramadan,"katanya melalui pengeras suara.

Dadang juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan dan silahkan kembali ke tempat masing-masing.

"Sampaikan salam saya kepada keluarga. Tetap semangat demi menjaga keamanan di Kota Medan dan Sumut, "ujarnya. (akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved