Jalani Pelatnas, Alan Sastra Ginting Harus Jauh dari Keluarga Sampai Hari Raya

Alan meyakini bahwa tugas seorang atlet tidak jauh beda dengan tentara yang melaksanakan tugas di Medan perang.

Jalani Pelatnas, Alan Sastra Ginting Harus Jauh dari Keluarga Sampai Hari Raya
Atlet National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjalani Program Pelatnas di bulan puasa tak hanya perjuangan menahan lapar dan dahaga saja. Tetapi juga perjuangan menahan rindu akibat jauh dari keluarga.

Pengalaman inilah yang dirasakan atlet National Paralympic Committee (NPC) Sumut yang tengah mengikuti pelatnas di Solo untuk persiapan menuju Asean Paragames Filipina 2020.

Bagi ketua NPC Sumut Alan Sastra Ginting, harus jauh dari keluarga saat mengikuti pelatnas di bulan Ramadan adalah tantangan yang harus dihadapi.

Kepada para atlet NPC Sumut, jauh-jauh hari dia juga sudah menyampaikan bahwa tugas seorang atlet tidak jauh beda dengan tentara yang melaksanakan tugas di Medan perang.

Karena itu, apapun resikonya para atlet harus siap untuk berjuang kapan pun itu.

"Secara pribadi saya itu sudah hampir setiap tahun melalui ini, apalagi pernah juga saya itu kayak tahun kemarin tidak bisa pulang ke kampung halaman. Itu saat persiapan Asian Paragames 2018, pas ketepatan juga ikut grand prix di Paris. Ya sangat sedih , jadi apa yang dirasakan teman-teman yang gak pulang pada tahun ini saya ngerti perasaannya," ujar Alan kepada Tribun Medan, Sabtu (25/5/2019).

Menurut Alan, bagi para atlet yang dipanggil pelatnas persiapan Asean Paragames, merupakan kesempatan besar untuk bisa menorehkan prestasi.

Dia pun tidak ingin kesempatan berharga itu disia-siakan oleh para atlet NPC Sumut. Karena itulah juga kesempatan bagi atlet untuk menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang internasional.

"Walaupun yang tidak pulang itu saya tetap kasih motivasi jangan sedih. Ya tetap semangat berlatih karena tujuan kita hadir di pelatnas untuk berprestasi. Karena dengan kesuksesan kita itu juga kesuksesan keluarga termasuk orangtua yang kita tinggalkan. Jangan disia-siakan kesempatan di pelatnas," kata Alan yang juga atlet lempar cakram berprestasi ini.

Lebih lanjut Alan menuturkan, Untuk tetap menjalin kebersamaan bersama keluarga, para atlet bisa memanfaatkan waktu liburan usai menjalani pelatnas maupun selesai kejuaraan.

Alan mencontohkan, biasanya dia berlibur setelah selesai melakukan tugas kejuaraan. Namun tentunya setelah berhasil meraih prestasi di kejuaraan.

"Liburannya ya setelah selesai kita tugas kejuaraan di Asian Paragames kemarin. Ya tetap kalau saya sudah selesai tugas ada liburan khusus untuk keluarga. Bawa mereka agar ada kebersamaan tetap ada," katanya.

(cr11/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved