Tendang Polisi saat Beraksi, Begini Nasib Rudi setelah Berhasil Dibekuk Petugas saat Menjambret

Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur tesebut karena melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Tendang Polisi saat Beraksi, Begini Nasib Rudi setelah Berhasil Dibekuk Petugas saat Menjambret
TRIBUN-MEDAN/Polsek Kisaran Kota
Tendang Polisi saat Beraksi, Begini Nasib Rudi setelah Berhasil Dibekuk Petugas saat Menjambret. Rudi Hartono (tengah) menunjukkan barang bukti hasil kejahatannya. 

Tendang Polisi saat Beraksi, Begini Nasib Rudi setelah Berhasil Dibekuk Petugas saat Menjambret

TRIBUN-MEDAN.com- Petugas Unit Reskrim Polsek Kisaran Kota terpaksa menembak kaki Rudi Hartono (32) warga Dusun IV, Sidomulyo, Kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan pada Jumat (24/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur tesebut karena melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Rudi Hartono alias Rudi merupakan tersangka kasus penjambretan berdasarkan LP/85 /V/2019/SU/Resh Ash/Sek Kota, tanggal 22 Mei 2019.

"Saat berhasil ditangkap dan hendak dilakukan pengembangan, pelaku sempat mengecoh petugas dengan menendang petugas dan coba melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur berupa penembakan pada kaki tersangka," Kapolsek Kisaran Kota, Iptu Eddy Siswoyo, Sabtu (25/5/2019).

Akibatnya, Rudi kini hanya bisa berjalan secara terpincang-pincang setelah peluru petugas menembus kaki kirinya.

 

Gubernur Edy Bantu Warga Sinabung untuk Perbaiki Rumah Pengungsi Korban Erupsi yang Rusak

Adam Levine Tinggalkan Kontes The Voice setelah jadi Juri Selama 16 Musim

Melaney Ricardo Minta Maaf Soal Prank yang Bikin Haruka Nakagawa Menangis

Peristiwa penjambretan yang dilakukan Rudi terhadap korbannya, Suryani (36) warga Dusun III, Desa Benteng Jaya, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara berlangsung pada Senin (20/5/2019) sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Skip, Kecamatan Meranti, Asahan.

 

Ikan Tanpa Kepala dan Sudah Dipotong Bikin Gadis Histeris saat Menggelepar di Hadapannya

Hikmah Ramai Hoaks Aparat Impor China, Sosok Briptu Andre Iroth dari Brimob yang Jadi Terkenal

Korban yang tengah mengendarai sepeda motor matik dan berboncengan dengan Umi Ati (46) warga Dusun V, Desa Sei Beluru, Kecamatan Meranti, Asahan tiba-tiba dipepet oleh tersangka dari arah sebelah kiri.

Tanpa ampun, lalu tersangka menarik tas yang diselempangkan di bahu korban. Mengetahui tasnya dirampas orang, korban coba mempertahankan tasnya hingga sempat terjadi aksi saling tarik menarik.

 

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Jadikan Kasus Dugaan Kecurangan Pemilu Tapteng jadi Alat Bukti ke MK

Bupati, Kapolres, Dandim dan 230 Orang Keracaunan Makanan Massal Saat Buka Puasa Bersama

"Karena tali tas korban terputus, membuat tersangka berhasil membawa kabur tas milik korban beserta isinya. Menurut keterangan korban saat itu tas diketahui berisi uang tunai sebesar Rp 7,8 juta," ungkap Eddy.

Halaman
12
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved