74 Titik Rawan Macet di Sumatera Utara Jelang Idul Fitri 2019

Hal ini sudah diagendakan dan di data dalam rakor lintas sektoral Ops Ketupat Toba 2019

74 Titik Rawan Macet di Sumatera Utara Jelang Idul Fitri 2019
TRIBUN MEDAN
FOTO ILUSTRASI: Ratusan kendaraan terjebak macet, ketika melintas di Jalan Balaikota Medan, Sumut, Kamis (4/4/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut mendata sejumlah titik rawan kemacetan yang terjadi di Sumut di arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1440H.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Pol Yulli Kurniawan mengatakan titik rawan kemacetan terjadi di Binjai, Medan dan Pelabuhan Belawan.

"Hal ini sudah diagendakan dan di data dalam rakor lintas sektoral Ops Ketupat Toba 2019 dalam agenda kesiapan pengamanan Idul Fitri,"ujar Yulli.

Ia merincikan ada terdapat titik rawan kemacetan seperti di Binjai ada tiga lokasi, pelabuhan Belawan 5 lokasi, dan Kota Medan 17 lokasi.

"Total rawan kemacetan di Sumut ada 74 lokasi,"katanya, Minggu (26/5/2019).

Sementara itu, untuk titik-titik pasar tumpah terdata ada sebanyak 103 lokasi di seluruh provinsi Sumut.

"Sementara itu untuk masjid dengan kapasitas 400-1000 jamaah terdata ada sebanyak 2.199 lokasi yang harus di antisipasi mulai dari keamanan dan potensi kemacetan yang terjadi,"ujarnya.

Masih dikatakan Yulli, untuk wilayah Pantai Barat, harus lebih berhati-hati dengan resiko bencana alam.

Rawan longsor, sambungnya, ada 47 lokasi di antaranya Jalan Medan - Kebon Jahe KM 57-58 Desa Doulu Brastagi, Tanah Karo. Sedangkan untuk rawan banjir, ada 36 lokasi diantaranya Jalan Medan - Kabanjahe tepatnya KM 68-69 depan Akper Takasima Brastagi.

"Kita akan melakukan rekayasa lalu lintas berupa penerapan Check Point, One Way, Contra Flow, memberlakukan sistem buka tutup arus jalan, penyiapan kantong-kantong parkir dan penambahan (Gate) gardu pembayaran Tol, atau kegiatan lainnya guna mendukung kelancaran lalu lintas,"terangnya.

Pihaknya juga mendirikan Pos Pengamanan dan Pelayanan Lebaran pada lokasi keramaian umum maupun di tempat-tempat wisata, rekreasi atau tempat-tempat lainnya yang memiliki kerawanan gangguan kriminalitas, kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

"Melaksanakan pengecekan kondisi fisik dan psikis pengemudi bus transportasi umum bebas dari pengaruh miras dan narkoba yang bekerjasama dengan pihak dishub dan narkoba,"jelasnya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved