Komunitas Vape Medan Deklarasi Anti Narkoba

Pecinta rokok listrik dengan berbagai macam rasa ini terus mengalihkan pengguna rokok konvensional berbahan tembakau

Komunitas Vape Medan Deklarasi Anti Narkoba
TRIBUN MEDAN/HO
Berkumpul bersama anggota Komunitas JBVM Medan dalam berbagai kegiatan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perkembangan rokok elektrik atau akrab disebut dengan nama Vape di Medan begitu pesat.

Pecinta rokok listrik dengan berbagai macam rasa ini terus mengalihkan pengguna rokok konvensional berbahan tembakau untuk mencicipinya. Di Kota Medan, vape mulai berkembang pada tahun 2012.

Penikmatnya pun didominasi oleh remaja yang mayoritas memahami perkembangan teknologi saat ini.

Di akhir 2016, mempertimbangkan tingginya transaksi jual beli vape, Join Bareng Vapers Medan (JBVM) pun berkembang dan mendeklarasikan diri sebagai komunitas rokok elektrik di Medan. JBVM berdiri pada tanggal 18 November 2016 sebagai pioner beberapa komunitas vape di Medan.

"Di awal-awal kita pikir kita hanya sebagai wadah jual beli rokok elektrik di Facebook, namun lambat laun kita berpikir bagaimana kalau kita membentuk komunitas saja sebagai wadah sharing kita bersama," ujar Bowok, Ketua JBVM.

Kepada Tribun Medan, Minggu (26/5/2019) pria yang memiliki nama asli Sumantri Agus Prabowo
Bowo ini menjelaskan bahwa Vape adalah alternatif rokok konvensional. Vape memiliki berbagai macam varian rasa dan perangkat yang dapat disesuaikan sendiri oleh penikmatnya.

Apalagi dijelaskan Bowok, di dalam cairan liquid vape yang kerap menghasilkan rasa-rasa istimewa, beberapa diantaranya mengandung Nikotin dengan kadar yang rendah. Lebih dari itu, di dalam cairan juga tanpa disertai Tar.

Keterangannya pun disebut merupakan penelitian Jonathan Foulds dari Penn State University College of Medicine yang menyebutkan perokok yang beralih ke vape lebih mudah meredam kecanduannya, dibanding saat mereka merokok secara konvensional. Sebab, takaran nikotin dalam vape lebih rendah dibanding rokok bakar.

"Memang kita akui, tetap saja ketika asap masuk ke tubuh tidak baik. Tapi menggunakan vape sedikit lebih baik lah mengganti kebiasaan kita. Karena bagi beberapa teman, vape merupakan masa peralihan dari rokok ke berhenti merokok," ujar Bowok.

"Karena teman teman yang kita lihat, diantaranya berhenti merokok dengan cara beralih dulu ke Vape," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved