Kubu Jokowi Sebut Tuduhan Curang ala tim Prabowo-Sandi Cuma Imajinasi

, Abdul Kadir Karding angkat bicara soal tuduhan kecurangan yang disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Kubu Jokowi Sebut Tuduhan Curang ala tim Prabowo-Sandi Cuma Imajinasi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 ke Panitera MK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (24/5/2019). 

TRIBUN MEDAN.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding angkat bicara soal tuduhan kecurangan yang disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Karding menyebut, tudingan kecurangan yang disampaikan BPN tidak berdasarkan bukti yang meyakinkan.

Bahkan cenderung bersifat imajinasi dan cara-cara berpikir yang konspiratif.

"Saya kira dugaan-dugaan yang diarahkan kepada 01 itu adalah dugaan-dugaan berdasarkan asumsi dan pikiran konspiratif saja," ucap Karding saat dihubungi, Minggu (26/5/2019).

Baca: Viral Kisah Anak Belajar dan Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalan, Jutawan Arab Turun Tangan

Baca: Calon Pengantin Tewas Mengambang di Saluran Irigasi, Diduga Tercebur setelah Antar Ibu ke Sawah

Baca: Ada 19 Sengketa Sesama Caleg di Internal Partai Golkar, Begini Mekanisme Penyelesaiannya

Karding menyebut poin nomor 38 yang dilampirkan tim hukum BPN.

Dalam poin itu disebut dugaan Presiden Jokowi menggunakan kekuasaannya untuk melakukan praktik kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pada Pilpres 2019.

Kemudian, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyoroti nomor 39, yakni BPN menuding kecurangan masif yang dilakukan pasangan Jokowi-Ma'ruf adalah penyalahgunaan APBN, ketidaknetralan aparatur negara, penyalahan birokrasi, pembatasan kebebasan media hingga diskriminasi perlakuan.

Ia menegaskan, Presiden Jokowi tidak pernah menggunakan kekuasaan menekan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memenangkan pasangan 01.

Baca: Pengakuan Andri Bibir Seret Koordinator Relawan IT BPN, Twit Hoaks Remaja Tewas Dipukuli Brimob

Baca: Daftar Motor Sport Bekas di Bawah Rp 10 Juta, Pas untuk Bergaya saat Lebaran

Ia justru menyebut, pasangan 02 Prabowo-Sandi lebih banyak dipilih oleh ASN dan pegawai BUMN.

"Info yang saya peroleh, Pak Jokowi belum tentu menang. Kalau belum tentu menang di sana, harus dibuktikan apakah kalah di ASN dan di BUMN, itu semua kan perangkat negara. Ya kalah di sana, ya bagaimana caranya menggunakan struktur, apa logikanya," kata Karding.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved