Permintaan Sembako Menjelang Lebaran Meningkat, Ini Persiapan Kansilog Kabanjahe

Melihat pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, kita sudah lakukan persiapan jauh-jauh hari sebelum puasa

Permintaan Sembako Menjelang Lebaran Meningkat, Ini Persiapan Kansilog Kabanjahe
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kakansilog Kabanjahe Selvarayan (baju batik), mengecek ketersediaan pasokan sembako di gudang Bulog Kabanjahe, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Minggu (26/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Setiap memasuki lebaran Idul Fitri, biasanya permintaan akan sembako di masyarakat berangsur meningkat. Baik untuk mempersiapkan makanan lebaran, maupun kebutuhan usaha lainnya.

Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Kabanjahe Selvarayan, pihaknya telah melakukan persiapan pasokan sembako sebelum masuk bulan puasa.

Hal ini dilakukan untuk memastikan segala kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

"Melihat pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, kita sudah lakukan persiapan jauh-jauh hari sebelum puasa," ujar Selvarayan, Minggu (26/5/2019).

Dirinya menyebutkan, mengungkapkan untuk tahun ini pihaknya mendata peningkatan permintaan masyarakat diperkirakan mencapai 50 persen. Adapun bahan pokok yang permintaannya cukup meningkat, ada pada minyak dan tepung.

"Terutama yang naik itu hampir semua, seperti beras, minyak, gula, dan tepung. Mungkin untuk kebutuhan membuat kue, atau keperluan lainnya," katanya.

Dirinya mengaku, di dalam gudang mereka saat ini pihaknya telah mengumpulkan beberapa jenis kebutuhan pokok. Di antaranya beras sebanyak 500 ton, gula mencapai 25 ton, sementara minyak sebanyak enam ton. Dirinya menyebutkan, untuk mempermudah masyarakat pihaknya bersama Pemkab Karo telah menyediakan pasar murah di beberapa titik.

"Kalau saya kira persediaan kita ini untuk dua bulan ke depan masih cukup. Untuk membantu masyarakat kita adakan pasar murah, kita juga menggandeng agen telur untuk tambahan," ungkapnya.

Selvarayan mengaku, pasokan tersebut tak hanya ditujukan untuk memenuhi permintaan dari Kabupaten Karo saja. Dikarenakan, Bulog Kabanjahe juga menyuplai ke kabupaten lainnya, seperti Dairi dan Pakpak Bharat.

Untuk menyeimbangkan pasokan di pasar, dirinya mengaku setiap satu minggu sekali pihaknya selalu melakukan analisis ke pasar-pasar tradisional. Seperti saat harga bawang putih meroket, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi, untuk menyuplainya ke Bulog Kabanjahe.

Dirinya mengaku, permintaan pasokan sembako di masyarakat biasanya mulai terlihat pada saat awal puasa. Namun, hingga pertengahan puasa permintaan kembali normal. Sedangkan saat ini, permintaan kembali meningkat.

"Sampai saat ini permintaan paling banyak itu di Karo, tapi Dairi juga lumayan banyak minta ke kita kemarin gula 1,3 ton, beras 1,5 ton, dan minyak sekitar 600 liter," ucapnya.

Pria bertubuh tambun ini mengaku, untuk pasokan beras pihaknya bekerjasama dengan tim Serapan Gabah (Sergab) dari TNI. Selain itu, dirinya mengatakan pihaknya juga menjaring penggilingan lokal untuk menyediakan beras.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved