Ulat Grayak Gerogoti Tanaman Jagung di Dairi, Petani Mengaku Kehabisan Akal

Daun-daun tanaman jagung digerogoti, sehingga berlubang-lubang. Hal ini membuat pertumbuhan jagung terganggu.

Ulat Grayak Gerogoti Tanaman Jagung di Dairi, Petani Mengaku Kehabisan Akal
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Petani jagung di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, menunjukkan daun tanaman jagung di ladangnya yang bolong-bolong akibat digerogoti hama ulat grayak, Minggu (26/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Para petani jagung di sejumah kecamatan di Kabupaten Dairi resah. Pasalnya, hama ulat grayak menyerang tanaman jagung mereka.

Daun-daun tanaman jagung digerogoti, sehingga berlubang-lubang. Hal ini membuat pertumbuhan jagung terganggu.

Seorang petani jagung di Kecamatan Tanah Pinem, Bonitra Sinulingga, mengaku hama ulat grayak mulai mengganas sekitar awal bulan April 2019 lalu.

Kendati sudah berlangsung sebulan lebih, tim pengendali hama dari Dinas Pertanian belum juga turun.

"Kami sudah kehabisan akal. Serangan semakin mengganas, sehingga membuat tanaman gagal tumbuh bagus," ungkap Bonitra, Minggu (26/5/2019).

Hama ulat grayak, lanjut Bonitra, paling banyak menyerang perladangan jagung di Kecamatan Tanah Pinem, Kecamatan Gunung Sitember, dan Kecamatan Tiga Lingga.

Petani jagung lainnya asal Kecamatan Gunung Sitember, Kasim Tarigan mengatakan, akibat serangan hama ulat grayak ini, hasil panen diprediksi anjlok.

"Jika pertumbuhan tanaman terganggu, otomatis buah jagung yang dihasilkan pun akan sedikit," ujar Kasim.

Para petani berharap, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian turun ke lapangan guna mengatasi persoalan hama ulat grayak ini.

Kasi Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Sundari Eka Tambunan mengatakan pihaknya sebetulnya sudah tahu ihwal merebaknya hama ulat grayak ini.

Upaya pengendalian, kata Sundari, belum dapat dilakukan, sebab stok obat pembunuh ulat grayak sedang kosong.

Sundari mengatakan, serangan ulat grayak merata terjadi pada seluruh ladang jagung yang ada di Kabupatan Dairi, kecuali di Kecamatan Silahi Sabungan.

Namun, pihaknya sudah mengerahkan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan untuk berkoordinasi dengan petugas Pengamat Hama Dan Penyakit Tanaman guna mengedukasi para petani perihal cara memerangi hama ulat grayak ini.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved