Lagi, Penyebar Hoaks Polisi Impor dari China Ditangkap Polisi

Hoaks polisi impor dari China saat pengamanan aksi demonstrasi 21-22 Mei 2019, kembali menyeret seorang tersangka.

Lagi, Penyebar Hoaks Polisi Impor dari China Ditangkap Polisi
Foto/KOMPAS.com/Devina Halim
SGA ditangkap saat penyebaran hoaks anggota Brimob impor dari China. 

TRIBUN MEDAN.com - Hoaks polisi impor dari China saat pengamanan aksi demonstrasi 21-22 Mei 2019, kembali menyeret seorang pelaku ke balik jeruji besi.

Kali ini, warga Dusun Cangkukan, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berinisial YHA, yang ditangkap aparat kepolisian.

YHA diciduk Polda Jabar karena diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menyebut anggota Brimob mirip tentara China.

Baca: Detail Rencana Pembunuh Bayaran Tembak 4 Tokoh dan Bos Lembaga Survei, Ada Perempuan Jual Senjata

Baca: Polri-TNI Ungkap Pembunuh Bayaran Targetkan 4 Tokoh dan Bos Lembaga Survei, Dibayar Rp 150 Juta

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa pelaku ditangkap Sabtu (25/5/2019) di Majalengka.

YHA membagikan konten foto anggota Brimob yang sedang bertugas menggunakan tutup wajah, lewat akun WhatsApp.

Namun, keterangan fotonya ditulis seolah anggota Brimob adalah tentara China.

Baca: Celana Dalam Pria Dipamerkan pada Unjuk Rasa Tolak Oknum Dosen Cabul USU, TONTON VIDEO. .

Baca: Mahasiswa Bersatu USU (Mabesu) Minta Universitas Sumatera Utara Pecat Dosen HS

Foto tersebut dibagikan ke sebuah grup WhatsApp yang bernama Rumah Smart Indonesia pada 21 Mei 2019, dengan konten bermuatan berita bohong.

Adapun keterangan foto tersebut bertuliskan “Perhatikan warna kulit & mata sipit anggota Brimob ini! Sangat mencurigakan jgn" tentara cina menyamar”.

"Konten yang disampaikan dengan adanya dugaan berita bohong, seolah polisi yang bermata sipit itu merupakan tentara China atau polisi impor," kata Truno di Mapolda Jabar, Senin (27/5/3019).

Polisi mengamankan barang bukti dua ponsel, satu SIM card, dan satu memory card.

Baca: Bawaslu Tolak Laporan BPN Kesalahan Administrasi KPU, meski BPN Bawa Barang Bukti dalam 7 Kontainer

Baca: Divonis 4,5 Tahun Penjara, Thamrin Ritonga: Saya Tidak Terima Suap, tapi Ini Takdir Saya. .

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved