BUKAN TOLAK HASIL PEMILU, Istri Penulis Buku Jokowi People Power Sasar Amien Rais, Ini Alasannya

BUKAN TOLAK HASIL PEMILU, Istri Penulis Buku Jokowi People Power Sasar Amien Rais, Ini Alasannya

BUKAN TOLAK HASIL PEMILU, Istri Penulis Buku Jokowi People Power Sasar Amien Rais, Ini Alasannya
foto kolase ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR/Tangkap layar Facebook
BUKAN TOLAK HASIL PEMILU, Istri Penulis Buku Jokowi People Power Sasar Amien Rais, Ini Alasannya 

Buku Jokowi People Power, lanjut Tatty, merupakan catatan yang dibuat mendiang suaminya dan sahabatnya, M Yamin Panca Setia.

Isinya tentang pelajaran dalam proses kerja politik sukarela yang dilakukan oleh banyak pihak, organisasi, kelompok dalam Pemilihan Presiden tahun 2014.

Buku tersebut, bukanlah ajakan melakukan 'people power' sebagaimana yang selama ini digaungkan Amien Rais.

Terkait posisi politik Amien Rais, bukanlah urusan keluarga penulis Jokowi People Power, termasuk kepentingan yang diusung mantan ketua umum PAN itu.

Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais memenuhi panggilan kedua penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019).
Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais memenuhi panggilan kedua penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019). (KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)

Namun, Tatty Apriliyana dan keluarga keberatan bila buku tersebut digunakan sebagai usaha Amien Rais menggiring opini publik tentang Jokowi People Power.

Di akhir tulisan, Tatty Apriliyana menegaskan sekali lagi keberatannya serta menolak upaya tak beretika Amien Rais.

Politisasi buku Jokowi People Power, lanjut Tatty Apriliyana, tidak sepatutnya dilakukan.  

Ia juga meminta Amien Rais menjelaskan, tujuannya dalam politisasi buku Jokowi People Power.

Baca: Menakar 51 Alat Bukti Gugatan BPN Prabowo-Sandi terkait Hasil Pilpres 2019 di MK, Penjelasan Pakar

Baca: BERITA KESEHATAN: Jarang Diketahui 6 Pemicu Kanker Kulit, Pakaian Terlalu Terbuka dan Make up?

Berikut isi lengkap surat terbuka dari Tatty Apriliyana untuk Amien Rais.

SURAT TERBUKA UNTUK AMIEN RAIS

Kemarin, 24 Mei 2019, dari beberapa grup wa yang kami ikuti, kami mendapat kabar tentang ulah Amien Rais yang membawa dan memamerkan sebuah buku berjudul "JOKOWI PEOPLE POWER" saat ia diperiksa di Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Dipamerkannya buku tersebut oleh Amien Rais dihadapan awak media tentu saja mengagetkan kami, anak dan istri Bimo Nugroho - penulis buku tersebut.

Buku "JOKOWI PEOPLE POWER" adalah sebuah catatan yang dibuat oleh Bimo Nugroho (Alm.) dan M. Yamin Ponca Setia (Alm.) tentang pelajaran dalam proses kerja politik sukarela yang dilakukan oleh banyak pihak, organisasi, kelompok dalam pemilihan presiden tahun 2014.

Bukan buku tentang ajakan melakukan "people power" sebagaimana yang dinarasikan oleh Amien Rais.

Kita sama mengetahui hari-hari belakangan Amien Rais dan gerombolannya lantang berteriak tentang seruan "people power" sebagai ekspresi politik mereka dalam mengkritisi (atau mengganggu?) proses politik elektoral yang tengah berlangsung dan merecoki jalannya pernerintahan yang sah.

Perihal posisi politik yang diambil Amien Rais dan gerombolannya sesungguhnya bukanlah urusan kami, keluarga dari almarhum Bimo Nugroho.

Kepentingan yang diusungnya juga bukan tanggung jawab kami.

Tetapi, kami sebagai anak-anak dan istri almarhum Bimo Nugroho sangat berkeberatan dengan digunakannya buku karya orang yang kami kasihi tersebut dalam upaya Amien Raismenggiring opini publik tentang adanya "JOKOWI PEOPLE POWER".

Meskipun secara tersurat itu tidak dikatakannya, gestur politik yang ditunjukkan lewat pamer buku tersebut sepenuhnya membuat orang akan berfikir tentang adanya Jokowi people power.

Patut diduga dengan kuat Amien Rais sedang mencari relevansi "people power" yang diserukannya.

Di sinilah keberatan kami sebagai keluarga almarhum Bimo Nugroho timbul.

Kami menolak upaya tak beretika yang dilakukan Amien Raisdengan menggunakan hasil tulisan orang yang sudah tidak bisa melakukan bantahan untuk kepentingan politik pribadinya.

Politisasi buku "JOKOWI PEOPLE POWER" tidak sepatutnya dilakukan.

Kami meminta kepada Amien Rais untuk menjelaskan tujuannya dalam politisasi buku "JOKOWI PEOPLE POWER" tersebut.

Tertanda, 
Taty Apriliyana (istri Bimo Nugroho) 
Hayuning Sumbadra, Btari Kinayungan, Sangayu Piwulang Sae (anak-anak Bimo Nugroho)


Postingan surat terbuka untuk Amien Rais dari istri penulis Jokowi People Power
Postingan surat terbuka untuk Amien Rais dari istri penulis Jokowi People Power (Tangkap layar Facebook)

Kata Amien Rais Soal People Power

Amien Rais diperiksa selama kurang lebih 10 jam oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019).  

Baca: 3 Cara Mudah Menyimpan Video Youtube di Galeri Smartphone gak Ribet, Simak Cara Berikut

Dikutip dari Kompas.com, ia dicecar 37 pertanyaan terkait kasus makar atas seruan people power yang dilontarkan tersangka Eggi Sudjana.

Amien menyampaikan kepada penyidik, people power tidak ada kaitannya dengan upaya menjatuhkan pemerintah atau kepala negara.

"People power itu enteng-entengan. Jadi bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden. Sama sekali bukan," kata Amien di Polda Metro Jaya.

Amien menyebut, gerakan people power diatur dalam undang-undang selama tidak merugikan negara dan menimbulkan kehancuran.

"Saya mengatakan people power itu konstitusional, demokratis dan dijamin oleh HAM."

"Gerakan rakyat yang sampai menimbulkan kerugian, bentrok, atau kehancuran bagi negara itu jelas enggak boleh," ungkap Amien.

Jumat kemarin merupakan panggilan kedua pemeriksaan Amien Rais.

Sebelumnya, Amien mangkir dari panggilan pertama penyidik pada 20 Mei dengan alasan memiliki kesibukan lain.

Sementara itu, penyidik telah meminta keterangan dua saksi untuk kasus makar Eggi, yakni mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan politikus Partai Gerindra, Permadi Satrio Wiwoho atau biasa dikenal Permadi (74).

Eggi resmi ditahan selama 20 hari ke depan sejak 14 Mei.

Keputusan penahanan dikeluarkan setelah Eggi menjalani pemeriksaan lebih dari 30 jam sejak 13 Mei pukul 16.30.

Eggi ditetapkan sebagai tersangka makar terkait seruan people power.

Eggi dijerat Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca: Diterkam Harimau, Cara Pria Ini Lepas dari Cengkraman Harimau, Padahal Kepala Korban Sudah Digigit

Baca: SEDERET Negara Besar Ucap Selamat kepada Presiden Terpilih Jokowi, Amerika, Rusia, Korea dan China

BUKAN TOLAK HASIL PEMILU, Istri Penulis Buku Jokowi People Power Sasar Amien Rais, Ini Alasannya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Surat Terbuka Istri Penulis Buku Jokowi People Power Setelah Amien Rais Diperiksa Polisi, dan Kompas

Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved