Datangi Perusahaan yang tak Bayar THR, Pejabat Disnaker Deliserdang Dicueki

Bahkan saat pihak Dinas Ketenagakerjaan datang ke perusahaan tidak ada penyambutan.

Datangi Perusahaan yang tak Bayar THR, Pejabat Disnaker Deliserdang Dicueki
Foto Ilustrasi: THR 

TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Ketenagakerjaan Deliserdang akan membawa kasus ketidakpatuhan perusahaan PT Yasanda untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) ke pekerjanya ke ranah pidana.

Dianggap kalau perusahaan yang beralamat di Jln Pertahanan nomor 2 Desa Patumbak Kampung Kecamatan Patumbak itu tidak ada iktikad baiknya untuk menyelesaikan persoalan.

Bahkan saat pihak Dinas Ketenagakerjaan datang ke perusahaan tidak ada penyambutan.

"Dua orang kami datang ke perusahaan Yasanda kemarin tapi sampai sana enggak boleh masuk sama scurity nya. Meski sudah pakai baju dinas dan bawa surat tugas dari Kepala Dinas tapi enggak boleh juga masuk. Luar biasa kali memang ini perusahaan,"ujar Kabid Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), Ganda Aritonang Selasa, (28/5/2019).

Ia mengatakan kedatangannya ke perusahaan sebenarnya hanya untuk mengklarifikasi apakah tuduhan yang dilaporkan oleh pekerjanya ke Disnaker benar atau tidak. Karena sikap perusahaan yang seperti itu, ia berpendapat besar kemungkinan apa yang dilaporkan memang benar adanya. Pekerja menduga pekerja dirumahkan karena ingin menghindari pembayaran THR.

"Kalau scurity nya itu sudah sampaikan sebenarnya sama pimpinannya. Jadi begitu kita datang dia langsung tanya ke bagian dalam tapi rupanya dibilang enggak ada yang mau menerima. Saya bilang kalau memang enggak mau menerima tolong tekenkan ini (berkas yang dia bawa) dibawa lagi ke dalam sama scurity nya tapi itupun dibilang enggak ada yang mau. Betul-betul dicueki kita, ya kesal lah kita Pemerintah kok diginikan,"kata Ganda.

Sementara itu Kadis Ketenagakerjaan Deliserdang, Jonas Damanik menyebut secepatnya mereka akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan tersebut. 

Ia mengaku siap untuk membawa kasus ini ke pidana. Untuk masalah ini mereka akan berkoordinasi dengan bidang Pengawasan UPT Dinas Ketenagakerjaan Provinsi.

"Ya kalau enggak dibayarkan juga ya bisa dipidana. Makanya biar dipanggil saja mereka dan kita kordinasikan sama bidang pengawasan. Secepatnya akan dipanggil itu,"kata Jonas.

PT Yasanda satu diantara perusahaan yang dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan lantaran tidak membayarkan THR kepada pekerjanya.

Pelapornya adalah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Deliserdang. Disebut ada 18 orang pekerjanya yang dirumahkan oleh perusahaan dan diduga ini sengaja dilakukan untuk menghindari pembayaran THR.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved