Aksi 22 Mei

Ketua Presidium IPW Neta S Pane Menyasar Wiranto dan Polisi, Tak Berani Umumkan Dalang Rusuh 22 Mei

Ketua Presidium IPW Neta S Pane Menyasar Wiranto dan Polisi, Tak Berani Umumkan Dalang Rusuh 22 Mei

Ketua Presidium IPW Neta S Pane Menyasar Wiranto dan Polisi, Tak Berani Umumkan Dalang Rusuh 22 Mei
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Wiranto usai memimpin Rakorsus Tingkat Menteri tentang Pengamanan Pemilu pasca Pencoblosan di Ruang Parikesit Gedung Utama Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat No 15 Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). #Ketua Presidium IPW Neta S Pane Menyasar Wiranto dan Polisi, Tak Berani Umumkan Dalang Rusuh 22 Mei 

Ketua Presidium IPW Neta S Pane Menyasar Wiranto dan Polisi, Tak Berani Umumkan Dalang Rusuh 22 Mei

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengakui bahwa pemerintah dan kepolisian tidak akan berani mengungkap 'dalang' di balik aksi Rabu (22//5/2019) atau dikenal dengan aksi 22 Mei di Jakarta.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV Metrotv, Neta S Pane menjelaskan bahwa polisi dan pemerintah sebenarnya sudah mengatahui siapa dalang di balik aksi 22 Mei tersebut.

Dikutip dari channel YouTube Metrotvnews, Senin (27/5/2019), Ketua IPW tersebut menjelaskan alasan mengapa pemerintah tidak akan membeberkan siapa dalang aksi 22 Mei.

Neta S Pane Buka-bukaan Anak Petinggi Partai Penguna Narkoba di ILC, Politisi Target Selanjutnya
Ketua Presidium IPW Neta S Pane (Youtube Indonesia Lawyers Club)

"Saya sudah tahu, tapi saya kira itu tugas Menkopolhuman dan polisi yang menjelaskan, saya kira Pak Wiranto segera jelaskan lah," tambahnya.

Dilanjutkan oleh Neta S Pane, dirinya mempunyai keyakinan bahwa pemerintah maupun kepolisian tidak akan menjelaskan soal siapa sebenarnya dalang yang bertanggungjawab atas kerusuhan 22 Mei.

"Tapi saya berkeyakinan, jangankan saya, polisi maupun Pak Wiranto tidak akan mau mengumumkannya, bisa dikatakan tidak berani, karena di belakang terlalu kuat," ungkap Neta S Pane.

Neta S Pane lantas menjelaskan, menurut dugaannya, aksi massa 22 Mei masih ada kaitannya dengan kerusuhan 1998 yang melibatkan Prabowo Subianto dan Wiranto.

"Jadi kalau kita lihat, kerusuhan 22 Mei kemarin itu mau mencoba reuni atau nostalgia, menyalurkan hasrat dendam antara peristiwa kerusuhan 1998 antara Pak Wiranto dan Pak Prabowo, sepertinya mau ditarik ke sana," ungkap Neta S Pane.

"Untungnya pada tanggal 22 Mei malam itu sudah berhasil selesai, dan pada tanggal 23 Mei selesai," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved