Resmi, Kecanduan Game Masuk Ketegori Gangguan Mental

Seseorang yang selalu bermain game tidak bisa serta merta dianggap telah kecanduan.

Resmi, Kecanduan Game Masuk Ketegori Gangguan Mental
Viral Press
Lilybeth Marvel beri makan putranya yang tak pulang dari warnet 48 Jam karena kecanduan game. 

TRIBUN-MEDAN.com-Gangguan bermain game oleh WHO telah secara resmi dimasukkan sebagai salah satu kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis secara medis.

Keputusan ini dituangkan dalam International Classification of Diseases edisi terbaru atau ICD-11.

Badan Kesehatan Dunia tersebut menjelaskan bahwa gangguan game harus didiagnosis dengan penuh kehati-hatian.

Seseorang yang selalu bermain game tidak bisa serta merta dianggap telah kecanduan.

Gangguan ini baru terjadi ketika kebiasaan bermain game mengganggu kehidupan mereka.

Dalam ICD-11, WHO menulis bahwa gangguan bermain video game adalah “pola bermain game yang terus-terusan atau berulang” di mana orang tersebut kehilangan kontrol akan perilakunya.

Seseorang yang mengalami gangguan ini menjadikan bermain game sebagai prioritas di atas aktivitas lainnya, dan terus bermain meski mengalami konsekuensi negatif, seperti kerusakan hubungan dengan keluarga, hubungan sosial, pekerjaan dan lainnya.

Gejala ini harus dialami setidaknya selama setahun sebelum seseorang dapat didiagnosis mengalami gangguan bermain game; sehingga menurut Dr Shekhar Saxena yang merupakan pakar kesehatan mental untuk WHO, hanya sedikit orang yang bermain video game dapat didiganosis mengalami kecanduan.

Pro dan kontra Keputusan WHO ini jelas menimbulkan reaksi pro dan kontra dari para ahli.

Pasalnya, banyak asosiasi psikiatri, termasuk APA di Amerika Serikat, yang memutuskan untuk tidak memasukkan kecanduan game sebagai salah satu jenis gangguan mental.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved