Anda Sudah Dapat Tunjangan Hari Raya (THR)? Alokasikan 10 Persen untuk Investasi

THR adalah komponen penghasilan tahunan yang akan Anda terima satu kali dalam setahun. Dana ini bersifat fleksibel dan bisa digunakan untuk berbagai

Anda Sudah Dapat Tunjangan Hari Raya (THR)? Alokasikan 10 Persen untuk Investasi
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan, Pintor Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bagi Anda yang telah bekerja cukup lama, tentu telah memiliki banyak pengalaman terkait dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima setiap tahunnya.

THR adalah komponen penghasilan tahunan yang akan Anda terima satu kali dalam setahun. Dana ini bersifat fleksibel dan bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan yang tidak rutin di luar kebutuhan bulanan yang telah terpenuhi dengan gaji bulanan.

Namun, dalam praktiknya, alokasi dana THR ini justru kerap tidak tepat sehingga tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi Anda. Kebanyakan orang akan menggunakan dana THR untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang bersifat konsumtif dan bukan yang produktif.

THR sering kali hanya menumpang lewat dalam rekening lalu menguap entah ke mana. Sementara pada dasarnya, Anda bisa saja menggunakan dana ini untuk memenuhi berbagai hal penting dalam keuangan.

Meskipun tidak semuanya, Anda bisa membagi dan mengelola dana THR untuk berbagai pos yang penting dalam keuangan. Hal inilah yang diungkapkan Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan, Pintor Nasution.

Menurut Pintor, bila sudah mendapatkan uang THR sebaiknya dibagikan dalam tahapan atau pos-pos sehingga uang THR tadi tidak langsung habis.

“Pertama bisa dialokasikan sekitar 10 hingga 20 persen untuk tabungan. Kemudian alokasikan untuk hari raya yakni untuk kebutuhan kue kering, pakaian, tiket untuk mudik," ujarnya.

Ia menjelaskan dana THR juga dapat dilokasikan untuk membayar hutang yakni hutang yang biasanya dicicil tiap bulannya. Jadi tak hanya gaji bulanan saja yang dialokasikan untuk dapat membayar hutang tetapi bisa juga dana THR.

"Membayar hutang ini contohnya hutang kita yang biasa tiap bulan kita cicil, jadi tidak hanya gaji bulanan saja, kalau bisa THR dialokasikan ke situ," ungkapnya.

Pintor mengatakan bila masih punya dana berlebih lagi, THR bisa dialokasikan untuk investasi sebesar 10 persen.
Bentuk investasi apa saja terserah, satu diantaranya investasi di pasar modal. Bila mau investasi di pasar modal banyak pilihan yang bisa diambil.

"Investasi pilihannya sudah banyak dan sangat gampang. Jadi 10 persen bisa beli Reksadana atau mungkin saham. Reksadana juga sudah ada di marketplace-marketplace. Selama ini mungkin orang beli di Tokopedia, Bukalapak cuma beli baju sekarang sudah bisa beli Reksadana disana jadi mungkin sambil belanja hari raya bisa juga beli Reksadana," jelasnya.

"Jadi gunakan THR secara bijak, jangan cuma dihabiskan untuk keinginan saja bukan kebutuhan kita. Sehingga THR yang diperoleh tidak sia-sia, dan kebutuhan di bulan depan sudah terpenuhi," katanya.

Diakui Pintor, selama Ramadan, pergerakan pasar modal agak menurun dan market mengalami koreksi dalam karena perang dagang antara Amerika dan Cina.

"Investor kita memang kebanyakan domestik tapi ada asing juga. Asing ini yang pegang value paling besar, dari sisi transaksi. Tapi dari sisi jumlah orang memang domestik yang paling banyak investor kita," ucapnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved