Cerita Anak dari Istri Mayjen(Purn) MS Sekaligus Mantan Sekjen Kemensos Soal Dugaan Pembunuh Bayaran

Asmaizulfi alias Fifi (AF) menjadi sorotan publik karena terseret kasus hukum rencana pembunuhan empat pejabat negara

ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO Via Kompas.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) disaksikan Menko Polhukam Wiranto (kiri) dan Kepala KSP Moeldoko (kanan) menunjukkan barang bukti senjata api saat menyampaikan konferensi pers perkembangan pascakerusuhan di Jakarta dini hari tadi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Menko Polhukam mengatakan Pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di depan Bawaslu dan memastikan aparat keamanan akan menindak tegas secara hukum. 

TRIBUN MEDAN.com - Asmaizulfi alias Fifi (AF) menjadi sorotan publik karena terseret kasus hukum rencana pembunuhan empat pejabat negara dan seorang pemimpin lembaga survei pada momen aksi kerusuhan 21- 22 Mei.

Apalagi, ia menjadi perempuan satu-satunya dalam kelompok pembunuh bayaran yang diungkap kepolisian.

Sandungan itu dipicu serah terima senjata api dari AF kepada HK alias Iwan, mantan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang menjadi leader atau pemimpin kelompok pembunuh bayaran.

Menurut kepolisian, AF menjual satu pucuk senjata revolver Taurus kaliber 38, kepada HK dengan harga Rp 50 juta.

Senjata revolver Taurus kaliber 38, Fifi serahkan kepada HK alias Iwan pada 13 Oktober 2018. Status senjata tersebut organik tapi ilegal.

"Perannya pemilik dan penjual senpi revolver ilegal Taurus kepada tersangka HK. Ini seorang perempuan," ungkap Iqbal di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

AF kemudian ditangkap pada Jumat, 24 Mei 2019 di Bank BRI, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Versi Bayu Putra Harfianto (28), putra sulung AF, ibunya cuma menggadai senjata kepada HK. Nominalnya bukan Rp 50 juta seperti disebut polisi, melainkan Rp 25 juta.

Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menunjukkan foto tersangka AF dalam konferensi pers kasus kepemilikan senjata yang akan digunakan dalam aksi kerusuhan 21 dan 22 Mei dan rencana pembunuhan. Konferensi pers berlangsung di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).
Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menunjukkan foto tersangka AF dalam konferensi pers kasus kepemilikan senjata yang akan digunakan dalam aksi kerusuhan 21 dan 22 Mei dan rencana pembunuhan. Konferensi pers berlangsung di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019). (Kompastv)

Baca: Pembunuh Bayaran Diimingi Uang Tanggungan Keluarga jika Misi Pembunuhan Wiranto Dkk Berhasil

Baca: Anak AF Sebut Iwan (HK) Mantan Kopassus, Ini Jejak Leader Pembunuh Bayaran Pengincar Wiranto Cs

Baca: 4 Pembunuh Bayaran Incar 4 Jenderal: Eks Kopassus Iwan, Eks Marinir Tajudin dan 2 Disersi TNI

Cerita dari sang anak 

Di luar proses hukum yang saat ini masih didalami polisi, Bayu menceritakan seputar kehidupan ibunya, yang ternyata adalah istri Mayor Jenderal (Purn) Moerwanto Soeprapto, Ketua Yayasan Citra Handadari Utama dan pernah menjabat Sekjen Kementerian Sosial.

Cerita Bayu mulai aktivitas AF sehari-hari di rumah, muasal revolver Taurus kaliber 38, pandangan politik AF di Pilpres 2019, dan hubungannya dengan tersangka HK atau Iwan.

Bayu dan adik ketiganya, mendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, sementara ibu dan ayahnya pro Prabowo-Sandi.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved