Turis Danau Toba Menurun, Manajemen Hotel Salahkan Harga Tiket Pesawat Mahal

Jelang libur Lebaran 2019, para pengusahan hotel di kawasan Danau Toba Parapat mengeluh karena rendahnya okupansi hotel.

Turis Danau Toba Menurun, Manajemen Hotel Salahkan Harga Tiket Pesawat Mahal
Google
Inna Hotel Parapat 

TRIBUN-MEDAN.com - Jelang libur Lebaran 2019, menajemen hotel di kawasan Danau Toba Parapat mengeluh karena rendahnya okupansi hotel.

Manajemen hotel melihat terjadinya penurunan pengunjung yang signifikan. Apalagi, hari ini Kamis (30/5/2019) atau H minus enam masih sepi. 

Manager Hotel Niagara Hotel H Manurung menjelaskan pengunjung masih sekitar 35 persen. Hotel yang cukup mewah di Parapat ini masih memiliki banyak kamar yang kosong. Bahkan, belum ada yang memesan jauh-jauh hari. 

"Kalau kami melihat masih sepi. Belum ada peningkatan yang signifikan. Kamar juga masih banyak yang kosong belum ada yang pesan,"ujarnya.

Manurung mengatakan, biasanya pada H-6 sudah ada beberapa pengunjung yang memesan kamar. Namun, saat ini banyak pengunjung yang memesan kamar saat tiba di Parapat.

Fauzan Ridoy, Sales Eksekutif Inna Hotel mengaku kenaikan wisatawan belum terlihat. Ia memastikan ada penurunan dari tahun sebelumnya. Ia mengatakan pada tahun sebelumnya pengunjung sudah mencapai 80 persen. Namun, untuk tahun ini hanya 65 persen.

Kalau kenaikan kunjungan wisatawan belum terlihat. Terjadi penurunan dari tahun sebelumnya. Data ada penurunan kunjungan. H-6 biasanya dapat 80 persen. Ini baru 65 persen," ujarnya.

Ia menjelaskan pengaruh menurunnya wisatawan karena harga tiket pesawat yang mahal. Harga tiket yang melambung tinggi membuat wisatawan dari luar Sumatera Utara (Sumut) enggan ke Danau Toba.

Karena harga tiket yang mahal, kata Fauzan banyak menerima pengunjung dari Sumut.

"Kami sudah tanya-tanya juga dengan komunitas-komunitas travel enggan ke Danau Toba akibat tiket pesawat yang mahal,"katanya.

Tak hanya itu, faktor lain yang mempengaruhi pengunjung minim yakni bencana tanah longsor dan Tragedi KM Sinar Bangun pada tahun 2018.

"Karena asumsi pelayaran tidak safety. Lalu masih teringat dengan Tragedi KM Sinar Bangun kan. Baru-baru ini juga longsor,"ujarnya.

Ia mengatakan untuk puncak pengunjung di Danau Toba terjado pada tanggal 6 Juni. Ia mengharapkan ada peningkatan yang signifikan di tahun ini.

Untuk harga kamar, Fauzan memastikan tidak ada kenaikan. Ia menilai harga yang ditawarkan tidak berbeda dari hari biasanya.

"Kalau harga kamar, kami tidak ada naikkan. Masih sama seperti hari biasa," pungkasnya. (tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved