Mudik Lebaran, Ahmad Doli Kurnia Rencana Sungkem ke Rumah Orang Tua

Doli mengatakan, sekembalinya dari Bandung ia akan berlebaran bersama orang tua di Medan.

Mudik Lebaran, Ahmad Doli Kurnia Rencana Sungkem ke Rumah Orang Tua
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY SIREGAR
Ahmad Doli Kurnia Tandjung. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, membeberkan rencananya merayakan Idul Fitri tahun ini bersama orangtua.

Caleg terpilih dari Dapil Sumut III itu mengatakan, sebelum lebaran tiba ia dan istri telah berziarah ke makam mertua terlebih dahulu.

"Sejak kemarin saya ada di Bandung, ziarah ke makam mertua dan berkumpul bersama keluarga isteri di Bandung," ujar Doli melalui aplikadlsi whatssapp, kepada Tribun/www.tribun-medan.com, Jumat (31/5/2019).

Ia mengatakan, agenda di Jawabarat sekaligus menghadiri ceramah di acara silaturahmi dan buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Indramayu.

"Saya diminta berbicara dengan kapasitas sebagai Presidium Majelis Nasional Kahmi," katanya.

Doli mengatakan, sekembalinya dari Bandung ia akan berlebaran bersama orang tua di Medan.

"Ketepatan tahun ini memang jatahnya lebaran di Medan, tempat orang tua, setelah tahun lalu di Bandung, selalu bergantian setiap tahunnya," katanya.

Momentum lebaran kali ini menurut Doli yang berbeda dengan tahun lalu adalah jabatan sebagai Plt Ketua Golkar Sumut, sekaligus caleg terpilih.

"Bersyukur lebaran tahun ini memang waktunya di Medan dan ketepatan juga sebagai Plt. Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Jadi agenda pribadi dan kepartaian bisa sekaligus bersamaan dijalankan," ucapnya.

Partai Golkar, kata Doli juga berencana akan mengadakan halal bi halal yang akan diikuti oleh seluruh kader pada 9 Juni mendatang.

Doli mengatakan, posisinya sebagai pimpinan partai politik menjadikan dirinya tidak ada waktu untuk bebas dari aktivitas politik.

Menurutnya, politik merupakan medan pengabdian dan perjuangan.

"Dalam berjuang dan mengabdi tentu tidak pernah mengenal kata berhenti. Selama kita hidup, sehat, tetap punya cita-cita dan idealisme, pastilah tidak boleh berhenti," pungkasnya.

(gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved