TRIBUN WIKI

TRIBUN WIKI: Perkenalkan Lebih Jauh Cikal Bakal Lahirnya Teater O USU

Kelahiran Teater O sesungguhnya dirangsang oleh omong-omong sekelompok mahasiswa sastra USU terhadap kelesuan aktivitas dan kreativitas teater kampus

TRIBUN WIKI: Perkenalkan Lebih Jauh Cikal Bakal Lahirnya Teater O USU
TRIBUN MEDAN/HO
Satu di antara pementasan teater O yang dilakukan di gedung pegelaran teater O dalam rangka buka puasa bersama dengan judul naskah Aeng Karya Putu Wijaya, hari, Jumat (3152019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Cikal bakal lahirnya Teater O Universitas Sumatera Utara (USU), berawal dari gairah aktivitas hati nurani akan kiprah kesastraan.

Lahir Teater O pada 1 Oktober 1991 di bumi sastra USU, lahir dari proses yang panjang, dari pelataran kampus Padang bulan sampai tempat kost anak-anak rantau di Karya Sembada 206, Koserna, Medan, hari Jumat (31/5/2019).

Kelahiran Teater O sesungguhnya dirangsang oleh omong-omong sekelompok mahasiswa sastra USU terhadap keleseuan aktivitas dan kreativitas teater kampus (Medan). Kemunculannya merupakan ilustrasi gagasan dan kreasi dari pergulatan-kegelisahan mahasiswa di kampus dan masyarakat.

Sekelompok itu ialah Yusrianto Nasution, Sastra Maulud, Agus Bambang, Hermanto, Yos Rizal, Syaiful Hidayat, Jumahir, M. Khaidirwan Jamili, Moratua Naibaho, Ibrahim Sembiring, Inskandar, Mukhlis Sinembela, Mukhlis Win Aiyoga, Agus Mulia, Didik Luhur Pambudi, Yulhasni, Syaiful Bahri Lubis, Rahmat Efendi Siregar, Sri Wardatul Hayati,, Rosliani, Hermansyah Putra, dan M Ali Sadikin. Dengan niat yang tulus dan sederhana mereka menyatukan persepsi, hadir menguatkan Instusional perteaterannya.

27 tahun dengan lakon komedi, dan hampir semua naskah dengan garapan Teater O munculnya komedi. Konsistensi tersebut, setidaknya ditunjukan dengan sikap untuk lebih mengutamakan naskah karya sendiri daripada naskah luar atau naskah orang-orang. Sejak 1991, lebih hingga draf buku ini masuk ke dapur penerbit, Teater O telah menghasilkan lebih dari 30 naskah (naskah drama, monolog, dan prodi).

Komedi tradisional seperti, ludruk, ketoprak, reog, calung, lenong, dsn makyong, ini bukan hal yang tabu untuk dikaloborasikan dalam komedi O. Teater O juga sangat menyukai dan ngefans kepada keusilan dan kejahilan Benyamin S. Bahkan teknik karikatural ala Donald Bebek dan Mickey Mouse pun diadopsi secara transparan.

Begitupun, bukan tidak pernah Teater O mengusung naskah serius dan absurd seperti Malam terakhir karya Yukio Mishima, Silhuet dsn Rimba cermin-cermin karya Z Pangariduan Lubis.

Di atas panggung, naskah naskah serius dan absurd itu tetap saja digarap secara komedi. Suatu ketika group inj pernah dipaksa untuk menggarap naskah Rahwana karya Abdul Mukhid yang sangat serius dan cenderung taexbox.

Hasilnya, naskah tersebut terpaksa dipermak Yusrianto menjadi sebuah pertunjukkan unsur komedi, namunndengan modelngaraoan O Rahwana menjadi begitu ringan, rileks, dan mengasyikan.

- Produksi Pementasan Teater O dari 1991 sampai 2009.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved