Lepas Posisi Kalapas Tanjung Gusta, Budi Situngkir Bersyukur Akhirnya Bisa Liburan

Ia menyebutkan bahwa dirinya bergembura dirinya akhirnya bisa meninggalkan kelelahan sebagai Kalapas yang memimpin 3.200 narapidana.

Lepas Posisi Kalapas Tanjung Gusta, Budi Situngkir Bersyukur Akhirnya Bisa Liburan
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Budi Situngkir dan Frans Elias Nico dalam acara pisah sambut di Gedung Satu, Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sabtu (1/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Budi Situngkir resmi melepas jabatannya sebagai Kalapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan dalam acara pisah sambut di Gedung Satu, Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sabtu (1/6/2019).

Budi digantikan Frans Elias Nico yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Pemasyarakatan Maluku. Sedangkan budi sendiri mendapatkan promosi menjadi Kadiv Pemasyarakatan NTT.

Ia menyebutkan bahwa dirinya bergembIra dirinya akhirnya bisa meninggalkan kelelahan sebagai pimpinan Lapas yang menampung 3.200 narapidana.

Bahkan ia menyebutkan saat ini tengah mempersiapkan diri untuk liburan yang telah lama dinantikan.

Baca: Frans Elias Nico akan Pecat Pegawai Lapas Tanjung Gusta yang Terlibat Peredaran Sabu di Lapas

Baca: Menteri Yasonna Nonaktifkan Seluruh Pegawai Lapas Narkotika Langkat

Baca: Tahanan Lapas Narkotika Langkat Kabur, 55 Narapidana Masih Berkeliaran

"Jadi tidak sedih saya, saya sangat bergembira karena beban jadi orangtua 3.200 itu pusing. Di rumah tangga jadi sedikit banyak ikut terbawa. Ini menjadi hikmah sama saya dan saya menyampaikan terimakasih kepada Pak Nico jadi tiket untuk bertugas saya serahkan, tiket untuk liburan dikasih sama saya," tuturnya.

Kondisi Lapas Tanjunggusta saat pemeriksaan mendadak, Minggu (22/7/2018) malam.
Kondisi Lapas Tanjunggusta saat pemeriksaan mendadak, Minggu (22/7/2018) malam. (Tribun Medan/Risky Cahyadi)

Mantan Kalapas Binjai ini juga tak lupa mengucapkan terimakasih untuk seluruh pegawai yang telah bekerja keras hingga akhirnya Lapas mendapat nilai 92,12 WBK.

"Untuk semua teman dan sahabat saya di pemasyarakatan saya bangga jadi petugas Lapas Kelas I Medan. Terimakasih dukungan untuk terwujudnya WBK ini, terkhusus pejuang WBK siang malam bekerja tidak kenal lelah, Kami tidur 1 kamar 1 hotel semua ada yang tidur disamping saya sampai kaget juga, saya dibangunin teken-teken tidur lagi," tuturnya.

Bahkan, Budi menerangkan apa yang sudah baik saat ini harus terus dilanjutkan karena itu akan menjadi kesusksesan bersama.

"Terutama pelayanan untuk para warga binaan dan keluarga yang berkunjung sudah semakin baik, karena apapun ceritanya perlu penampilan, kalau penampilan kita jelek-jelek, kusam, tidak yakin orang," tuturnya.

Terakhir, ia meminta untuk seluruh petugas lapas untuk mendukung penuh kepemimpinan Lapas yang baru guna mewujudkan WBK.

"Kami berharap ini tinggal selangkah lagi karena ini sudah menjadi program strateginya nasional. Ayo kita dukung Pak Nico. Saya yakin mungkin saya sudah mati gaya karena merubah ini, kan mungkin gaya saya agak kasar, Pak Nico ini lembut jadi sedikit sudah berbeda. Karena sudah mulai berbeda, cocoknya memang harus begitu," pungkasnya. (vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved