Kophi Sumut Tutup Ramadan dengan Berlomba Berbuat Kebaikan

Sebagian besar anak-anak bercita-cita menjadi tentara, yang lainnya ingin jadi pengusaha dan guru.

Kophi Sumut Tutup Ramadan dengan Berlomba Berbuat Kebaikan
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN
Keseruan Anggota Kophi Sumut bersama anak-anak Sangar Belajar Cerdas mengisi waktu menuju berbuka di Jalan Tanjung Raya Gang Jagung, Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bahagia itu sederhana. Kalimat tersebut sangatlah cocok disematkan saat melihat kemeriahan mewarnai sebuah bangunan sederhana di Jalan Tanjung Raya Gang Jagung, Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, bernama Sangar Belajar Cerdas.

Terlihat anak-anak tertawa bahagia sambil saling memperkenalkan diri.

Sebagian besar anak-anak bercita-cita menjadi tentara, yang lainnya ingin jadi pengusaha dan guru.

Kemeriahan semakin terasa kala para anggota Kophi (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia) Sumut menuturkan maksud dan tujuan menyambangi Sanggar Belajar Cerdas yakni belajar, bermain, sekaligus berbagi menutup Ramadan 1440 H.

Ketua Umum Kophi Sumut, Musliadi mengatakan bahwa dalam menutup bulan ramadan penuh berkah, Kophi Sumut adakan Babedora ( Berbagi Lobe Jilbab, Donasi Ramadan) sekaligus berbuka puasa dengan adik-adik sanggar.

"Kegiatan berbagi dibulan ramadan ini udah jadi agenda rutin kita,kalau tahun lalu kita buat kerajinan, berbagi buka puasa, berbagi pakaian layak, nggak jauh berbeda, kalau tahun ini kita berbuka puasa sama adik sanggar, donasi jilbab lobe juga Alquran," katanya.

Musliadi mengatakan pemilihan tempat berbagi yakni Sanggar Belajar Ceria adalah pilihan yang tepat sebab sangar ini didominasi oleh anak-anak yatim dan Duafa.

"Kalau kami memilih tempat simpel saja, pertama cari anak yatim, Duafa ataupun masyarakat yang membutuhkan, dan sanggar ini cocok dengan tujuan kami," katanya.

Selain berbuka bersama dan membagikan pakaian, jilbab,dan lobe, anak sanggar belajar ceria diajak bermain games cerdas sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Anak-anak dibagi menjadi 3 tim yang diperintahkan menulis karakter atau kepribadian baik, yang bagus untuk diterapkan pada diri sendiri, selanjutnya grup siapa yang paling banyak mengisinya akan menjadi pemenang.
Anak-anak pun terlihat antusias mengikuti lomba, dan nyatanya Anak-Anak Sanggar memiliki tingkat daya nalar yang tinggi serta etika yang baik.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved