Ramadhan 1440 H

Roy Pardede Sopir Taxi Bandara Kualanamu Mengeluh, Dua Hari Mengantre Cuma Dapat Satu Penumpang

Sopir taxi Nice Trans, Roy Pardede (65) mengatakan selama dua hari ikut antrean sewa yang didapat hanya satu kali trip saja.

Roy Pardede Sopir Taxi Bandara Kualanamu Mengeluh, Dua Hari Mengantre Cuma Dapat Satu Penumpang
TRIBUN MEDAN /Indra Gunawan Sipahutar
Roy Pardede Sopir Taxi Bandara Kualanamu Mengeluh, Dua Hari Mengantri Cuma Dapat Satu Penumpang. Para sopir taxi di Bandara Kualanamu nongkrong menunggu penumpang Minggu, (2/6/2019). 

Roy Pardede Sopir Taxi Bandara Kualanamu Mengeluh, Dua Hari Mengantri Cuma Dapat Satu Penumpang

TRIBUN-MEDAN.com- Sepinya penumpang pesawat di Bandara Kualanamu membuat para sopir taxi lebih banyak waktu untuk nongkrong dari pada bekerja.

Sopir taxi Nice Trans, Roy Pardede (65) mengatakan selama dua hari ikut antrean sewa yang didapat hanya satu kali trip saja.

Menurutnya karena harga tiket pesawat yang masih terlalu tinggi membuat penumpang pesawat menjadi menurun. Kondisi ini disebut sangat berpengaruh besar dengan pendapatan mereka.

"Kalau lebaran tahun lalu masih lumayan dan bisalah buat kue lebaran. Kalau sekarang ini mana bisa. Sepi kali pun kita lihat, bukan taxi kita saja yang sepi tapi juga yang lainnya,"kata Roy Pardede Minggu, (2/6/2019).

Hal yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Nasaruddin Sagala (60) sopir taxi Puskopau.

Menurutnya jumlah penumpang pesawat tidak sebanding dengan jumlah banyaknya jenis moda angkutan di bandara. Apalagi pada musim lebaran ini juga banyak penumpang yang sengaja dijemput oleh keluarga.

Baca: Petinju Medan Joshe Napitupulu Tekad Rebut Medali Emas, Ingin Banggakan Orang Tua

Baca: Detik-detik Perampokan di Alfamart Terekam CCTV, Todongkan Senjata Tajam lalu Minta Uang di Kasir

Baca: 12 Titik Kemacetan yang Wajib Diketahui Pemudik yang Hendak Menuju Kabupaten Tapanuli Selatan

Baca: Harga Tiket Pesawat Terbang Tinggi, Jumlah Keberangkatan Pemudik di Bandara Kualanamu Rendah

"Karena udah tua dan enggak ada kerjaan lain sajanya ini makanya masih kami kerjakan. Ya biarpun sepi ya ditunggu sajalah antrian mau bagaimana lagi karena enggak ada kerjaan. Kami juga yang sudah tua ini tidak bisa ikut gabung taxi online karena sudah tidak memenuhi syarat. Beda kali lah musim mudik lebaran sekarang dengan tahun-tahun lalu karena sekarang ini sepi kali kita lihat,"kata Nasaruddin.

Untuk mendapatkan sewa, sopir taxi ini harus mengikuti antrian. Lima jenis taxi yang ada di bandara tampak berjejer di area loket.

Baca: Libur Lebaran Atlet Indah Putri Tak Sabar Bertemu Keluarga dan Nongkrong di Jaka Baring Sport Center

Baca: SBY Ungkap Keinginan Ani Yudhoyono, Antar Cucu Sekolah hingga Bebas dari Kepentingan Politik

Baca: Pilih Pensiun Dini Setelah Bertugas 16 Tahun di TNI, Curhatan Pria Ini Viral di Medsos

Mereka harus bersaing dengan moda angkutan lain yang ada di bandara. Selain ada angkutan bus juga ada angkutan kereta api Railink.

Walaupun pada hari Minggu merupakan arus puncak mudik lebaran namun pergerakan taxi juga terpantau lambat.

Baca: Pool Bus Amplas Masih Dipadati Pemudik Jelang Hari Raya Idul Fitri

Baca: Stefan dan Yosafat Silaban Tewas karena Rumah Terkabar, Terkunci saat Orangtua ke Gereja

Baca: Bermodal Sepeda Ontel Butut, Pria Tua Ini Puluhan Tahun Berjualan Pisang di Trotoar

Hanya beberapa penumpang yang terlihat memesan ke loket taxi. Terlihat banyak pemudik yang sampai di bandara langsung dijemput oleh pihak keluarganya.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved