Pembunuhan Sadis

Andi Habisi Nyawa Bapak dan Anak, Rp 10 Juta Dibakar dan hanya Rp 5 Juta Dipakai, Ini Alasannya

Andi Habisi Nyawa Bapak dan Anak, Rp 10 Juta Dibakar dan hanya Rp 5 Juta Dipakai, Ini Alasannya

Tribunlampung.co.id/Didik
Andi Habisi Nyawa Bapak dan Anak, Rp 10 Juta Dibakar dan hanya Rp 5 Juta Dipakai, Ini Alasannya. Kepala Polres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro yang didampingi jajarannya menunjukkan linggis yang dipakai pelaku membunuh Bapak dan Anak di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran, Sabtu (1/6/2019) dalam ungkap kasus di hadapan wartawan. (Tribunlampung.co.id/Didik) 

Dijelaskan oleh Popon, niat awal Andi mendatangi kediaman pelaku adalah untuk meminjam uang senilai Rp 18 juta rupiah.

VIRAL Anak Yatim Diguyur Air Panas oleh Cantika Ibu Asuhnya, Ini Kronologi dan Pengakuan Tetangga

SANDIAGA Uno Sebut Terjadi Perdebatan Alot di Kalangan Petinggi BPN sebelum Ajukan Gugatan ke MK

Mahfud MD Berkabung atas Meninggalnya Ani Yudhoyono: Allah Ampuni Dosanya dan Berikan SurgaNya

Tonton Video Ariel Noah Disuapi Vlogger Rupawan, Luna Maya Spontan Sebut Nama Pacar Mantan Kekasih

Andi Habisi Nyawa Bapak dan Anak, Rp 10 Juta Dibakar dan hanya Rp 5 Juta Dipakai, Ini Alasannya

Ular Piton 7 Meter Melilit dan Gigit Leher Perempuan di Sulawesi Tenggara hingga Tewas

BOM Bunuh Diri - Polisi Menggali Tanah di Sekitar Rumah Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri

TERNYATA Ini Alasan Mengapa Prabowo, Sandiaga dan JK Tak Bisa Hadir di Pemakaman Ani Yudhoyono

Kepala Polres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro yang didampingi jajarannya menunjukkan linggis yang dipakai pelaku membunuh Bapak dan Anak di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran, Sabtu (1/6/2019) dalam ungkap kasus di hadapan wartawan.
Kepala Polres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro yang didampingi jajarannya menunjukkan linggis yang dipakai pelaku membunuh Bapak dan Anak di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran, Sabtu (1/6/2019) dalam ungkap kasus di hadapan wartawan. (Tribunlampung.co.id/Didik)

Lantaran tidak diberikan oleh korban Bustori, pelaku kemudian berniat membunuh korban.

Ia datang ke rumah korban dengan membawa sebuah linggis yang dipinjamnya dari tetangga.

Saat berada di kediaman korban, Andi langsung mengayunkan linggis dari belakang, sampai korban tewas.

Setelah melenyapkan nyawa Bustori, Andi kemudian meletakkan korban di tempat tidur.

Nahas, saat itulah, anak korban yang masih berusia 5 tahun terbangun dan melihat kondisi sang ayah yang sudah tewas.

Mengetahui hal tersebut, pelaku gugup dan kemudian mengayunkan linggis ke leher Tegar sampai tewas.

Ia kemudian kabur dari rumah, dan membawa uang sebesar Rp 15 juta yang diambil dari korban.

Saat ditemukan, terdapat busa di mulut korban Tegar.

Terkait hal tersebut, kepolisian masih mendalami adakah racun atau cairan yang juga digunakan oleh pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Mengenai busa yang keluar dari mulut Tegar, kita masih lakukan pengujian terhadap sampel air liurnya," ungkap Popon, Sabtu (1/6/2019).

Warga berkumpul di depan rumah Bustori di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Pesawaran, Lampung, Kamis, 30 Mei 2019 malam. Bustori dan anaknya ditemukan tewas di kamar rumahnya, sekitar pukul 14.00 WIB.
Warga berkumpul di depan rumah Bustori di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, Pesawaran, Lampung, Kamis, 30 Mei 2019 malam. Bustori dan anaknya ditemukan tewas di kamar rumahnya, sekitar pukul 14.00 WIB. (((Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan)))

Pelaku Tewas

Dikutip dari TribunLampung.com, Andi tewas lantaran tembakan anggota kepolisian.

Diketahui, Andi sempat memberontak dan berusaha kabur saat diminta menunjukkan barang bukti.

Akibatnya, kepolisian melepaskan tembakan peringatan.

"Petugas memberikan tembakkan peringatan tidak diindahkan, kemudian memberikan tindakkan tegas terukur," ucap Popon.

Setelah mendapat empat tembakan dari kepolisian, Andi dilarikan ke RSUD Pesawaran untuk mendapat penanganan medis.

Namun ternyata perdarahan tidak berhenti hingga akhirnya Andi dipindahkan ke RS Bayangkara.

Karena mengalami banyak pendarahan, pelaku akhirnya tewas.

"Pukul 12.00 siang dibawa ke RS Bayangkara dilakukan penanganan di sana, habis salat Jumat pelaku menghembuskan nafas akibat kehabisan darah," ucap Popon Sabtu 91/5/2019).

Setelah dilakukan visum, jasad Andi dipulangkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Menurut penuturan kakak korban, Bustomi (65), korban ditemukan oleh adiknya Ahmad Suhari sekitar pukul 14.00 WIB.

Penemuan tersebut berawal dari kecurigaan Ahamd yang melihat rumah Bustori masih tertutup rapat di siang hari.

Bahkan bangkel yang dikelola Bustori tidak menunjukan aktivitas dan masih tertutup rapat tidak seperti biasanya.

"Bustori kesehariannya membuka bengkel. Dari pagi kok enggak buka-buka gitu lo," ucap Bustomi dikutip dari TribunLampung.com Jumat (31/5/2019).

Karena rasa curiganya, Ahmad mendatangi rumah Bustori dan mencoba mencari.

Ia memanggil-manggil nama kakaknya namun tidak ada respons.

Tidak berhenti berusaha, Ahmad mencoba mengintip ke dalam rumah kakaknya melalui jendela.

Di dalam rumah tersebut, Ahmad melihat kendaraan bermotor sang kakak masih terparkir.

Melihat hal itu Ahmad semakin curiga pada kondisi sang kakak.

Padahal, Ahmad mengetahui kebiasaan Bustori yang hanya akan meninggalkan rumah untuk pergi berbelanja ke Pringsewu atau ke Bandar Lampung dengan mengendarai motornya.

Ahmad berinisiatif memanjat tembok pagar bagian belakang untuk melihat keberadaan kakaknya.

Ahmad segera mengabarkan kematian sang kakak pada saudara-saudaranya dan menghubungi polisi.

(TribunWow.com)

#Andi Habisi Nyawa Bapak dan Anak, Rp 10 Juta Dibakar dan hanya Rp 5 Juta Dipakai, Ini Alasannya

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Andi Bakar Uang Rp 10 Juta yang Dirampas setelah Bunuh Bapak dan Anak, Padahal Rp 15 Juta Dikantongi

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved