Dishub Medan Dituding Tahan Uang Lembur Pegawai Honorer Selama 3 Bulan

"Masa uang lembur honor dari bulan Januari sampe Maret belum keluar juga?" kata pegawai yang tidak ingin namanya disebutkan.

Dishub Medan Dituding Tahan Uang Lembur Pegawai Honorer Selama 3 Bulan
Facebook/Iswar Lubis
Kepala Dinas Perhubungan Medan Iswar Lubis 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pegawai honorer Dinas Perhubangan (Dishub) Kota Medan kecewa honor lembur sejak bulan Januari hingga Maret 2019 tak kunjung cair.

"Masa uang lembur honor dari bulan Januari sampe Maret belum keluar juga?" kata pegawai yang tidak ingin namanya disebutkan, Senin (3/6/2019).

Ia menyebutkan biasanya uang lembur tersebut dibayarkan per tiga bulan dengan besaran Rp 350 ribu per bulan.

"Biasanya cairnya sebelum Lebaran dikeluarkan uang lemburnya. Aku tanya kemarin ke bendahara. Katanya habis Lebaran dikeluarkan uang lemburnya," tuturnya.

Baca: Gubernur Edy: Kalau Sudah Lewat Lebaran, Bukan THR Namanya

Baca: Honorer Eks K2 Banyak tak Lulus P3K, BKD Belum Tahu Apakah Masih Ada Kesempatan!

Ia juga membeberkan bahwa rekan-rekannya juga mengalami hal yang sama baik honorer maupun yang ASN Dishub.

"Setahuku, semua belum dibayarkan. Kami honorer ada 800 orang lebih. Yang kami harapkan uang lembur itu di keluarkan, itukan hak kami jadi wajar kami minta karena sudah cukup lama. Bahkan aku dengar katanya uang lembur sudah naik juga," pungkasnya.

Kadishub Kota Medan Iswar Lubis membantah tudingan menahan gaji lembur bawahannya. Namun, ia juga belum bisa memastikan info tersebut tidak benar adanya sehingga meminta para anggotanya untuk mendatangi dirinya.

"Bisa jadi itu benar. Tapi dia ikut lembur atau enggak? Makanya saya bilang coba saja dia datang temui saya langsung biar kita lihat gitu. Itukan menurut dia, kita tidak boleh percaya satu pihak saja. Itu orangnya siapa, suruh saja jumpai saya," kata Iswar.

Saat ditanya besaran gaji lembur para anggotanya Iswar menyebutkan tak mengingat.

"Tidak hapal saya kalau itu (gaji lembur). Kurang lebih (personil) ada 600 atau 700," cetusnya.

Terakhir Iswar menegaskan bahwa pihaknya tak mungkin menahan-nahan apa yang menjadi hak para anggotanya di lapangan.

"Pastilah, tidak mungkin (tak dibayarkan). Hak orang itu tidak kami bagikan terlalu fatal kita. Saya inikan orangtua mereka. Apa keluhan mereka boleh langsung jumpai saya. Saya tidak akan pernah menahan hak orang lain apapun itu bentuknya," tutupnya.

(vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved