Warga Protes Retribusi Masuk Parapat, Camat Langsung Hentikan Sementara

Warga Parapat, Simalungun, dikejutkan dengan peraturan baru pengutipan retribusi masuk ke kawasan rekreasi itu.

Warga Protes Retribusi Masuk Parapat, Camat Langsung Hentikan Sementara
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Pintu gerbang masuk ke Kawasan Rekreasi Parapat Danau Toba, Senin (3/6/2019). Petugas memberhentikan sementara kutipan retribusi karena adanya protes dari warga. 

TRIBUN-MEDAN.com - Warga Parapat, Simalungun, dikejutkan dengan peraturan baru pengutipan retribusi masuk ke kawasan rekreasi itu.

Pemerintah Kabupaten Simalungun telah memasang spanduk pengutipan retribusi sesuai Perda Nomor 9 Tahun 2011 di areal Pariwisata Parapat.

Warga menolak kutipan karena khawatir dapat mengurangi tingkat kunjungan ke Danau Toba.

Warga menilai setelah Tragedi KM Sinar Bangun terjadi penurunan wisatawan secara drastis.

Camat Girsang Sipangan Bolon Boas Manik mengaku sudah menerima aspirasi dari masyarakat Parapat. Ia sudah menyuruh petugas yang berjaga di gerbang masuk untuk tidak melakukan kutipan.

Baca: Antrean Panjang di Pelabuhan di Danau Toba, Penumpang Sarankan Ada Penjualan Tiket Online

Baca: Truk Tronton Terjun ke Jurang 20 Meter di Jembatan Sisera Parapat

"Sementara distop dulu. Ada permintaan masyarakat. Habis Lebaran ini mungkin dibuka lagi. Masyarakat tadi minta tolong habis Lebaran saja. Ini mau usulkan ke bupati,"ujarnya, Senin (3/6/2019).

Boas mengaku masyarakat merindukan wisatawan yang ramai di kawasan Danau Toba Parapat. Apalagi, saat akan dilakukan kutipan pada Lebaran 2018 terjadi tenggelamnya KM Sinar Bangun. Dan, saat dilakukan kutipan saat Tahun Baru terjadi bencana longsor di Jembatan Sidua-dua Parapat.

"Alasan masyarakat biar ramai. Selama ini kan trauma KM Sinar Bangun.

Natal ada longsor jembatan Siduadua,"ujarnya.

Seorang warga setempat Roy Sirait mengaku menolak adanya kutipan retribusi bagi pengunjung yang masuk ke kawasan rekreasi.

Apalagi, kunjungan wisatawan sudah menurun.

"Kami menolaklah. Tadi kita sudah bicara sama camat untuk jangan dulu dilakukan kutipan.

Ini saja sepi, apalagi dilakukan kutipan,"katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Gideon Purba bersikukuh tetap dilakukan kutipan retribusi di Parapat. Katanya, selama ini sudah cukup dibebaskan.

"Pokoknya pintu gerbang yang masuk. Wisatawan yang masuk ke gerbang (kutip retribusi). Tadi kami bebaskan. Sekarang kami lakukan lagi pengutipan. Mulai senin hari ini kita lakukan pengutipan," ujarnya. (tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved