Ramadhan 1440 H
5 Tips Membedakan Daging Sapi dan Babi agar Tidak Tertipu Daging Oplosan
Dilansir dari agroindustri.id berikut cara yang tepat untuk mengetahui perbedaan antara daging sapi dengan daging babi atau daging oplosan.
5 Tips Membedakan Daging Sapi dan Babi agar Tidak Tertipu Daging Oplosan
TRIBUN-MEDAN.com - Kita kerap kali mendengar berita tentang pengoplosan daging sapi dengan daging celeng atau babi hutan.
Peristiwa ini menjadi kekhawatiran tersendiri ya bagi orang-orang yang yang ingin membeli daging sapi, khususnya umat Muslim yang mengharamkan daging babi atau celeng.
Namun, tak perlu khawatir, berikut cara membedakan daging sapi dengan babi yang benar.
Dilansir dari agroindustri.id berikut cara yang tepat untuk mengetahui perbedaan antara daging sapi dengan daging babi atau daging oplosan.
1. Warna daging
Antara daging sapi dengan daging babi memiliki warna yang cukup kontras.
Daging babi memiliki warna yang lebih pucat daripada daging sapi yang kemerahan.
Baca: PENDAFTARAN CPNS 2019, Kabar Terbaru CPNS Dibuka Seusai Lebaran, Siapkan Dokumen dan 10 Syarat Ini
Baca: Sosok Perempuan Misterius yang Menangis di Makam Ani Yudhoyono, Dijaga Dua Pria
Baca: Suami Selingkuh Diarak Telanjang di Atas Kap Mobil Melintasi Keramaian Kota, Ini Videonya
2. Serat daging
Perbedaan pada serat pun bisa diamati Moms. Daging sapi memiliki serat yang terlihat jelas.
Serat daging sapi pun terlihat padat disertai garis-garis pada daging yang tampak jelas.
Di sisi lain, daging babi memiliki serat yang samar-samar dan renggang, tidak sejelas serat pada daging sapi.
3. Lemak daging
Karakteristik lemak pun dapat menjadi tolak ukur perbedaan antara daging sapi dengan daging babi.
Moms, pada daging sapi biasanya kandungan lemaknya lebih kaku.
Berbeda dengan daging sapi, pada babi lemaknya justru lebih elastis, basah, dan susah untuk dilepaskan.
Baca: Kondisi Jalan di Kota Medan Sepi Menjelang Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah
Baca: Arus Lalu Lintas di Pintu Tol Tebing Tinggi Ramai Lancar Jelang Lebaran Idul Fitri
Baca: Bocah 4 Tahun Lolos dari Terkaman Puma Berkat Anjing Peliharaan
4. Tekstur daging
Kekenyalan daging bisa menjadi tandanya juga Moms.
Daging sapi memiliki tekstur yang kaku dan padat dan sulit untuk direnggangkan. Namun, pada daging babi justru sebaliknya.
Daging babi memiliki tekstur yang lebih lembek, elastis, dan mudah untuk direnggangkan.
5. Aroma daging
Dari segi aroma, perbedaannya cukup jelas. Daging sapi memiliki aroma khas yang lebih ayir dibandingkan dengan daging babi yang samar-samar.
Nah Moms, mudah kan membedakan antara daging sapi dengan daging.
Edy Rahmayadi Ultimatum Oknum yang Manfaatkan Momentum Lebaran untuk Mengedarkan Daging Celeng
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberikan warning kepada oknum-oknum yang memanfaatkan momentum Hari Raya IdulFitri untuk mengedarkan daging celeng (babi hutan), Senin (3/6/2019).
Baca: Pria Ini Rela Diarak Telanjang di Atas Mobil Keliling Kota Sebagai Permintaan Maaf pada Sang Istri
Baca: Samosir dan Tapanuli Utara Semakin Dekat Berkat Kehadirian KMP Muara Putih I
"Berat itu. Dan tidak boleh, kalau saya makan barang haram itu," katanya di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Kota Medan.
"Saya sudah antisipasi ini. Dan saya sudah perintahkan jajaran," ujarnya.
Pria yang mengenakan kemeja dan sarung putih ini juga mengatakan, kepada oknum-oknum itu bila ketahuan akan dikenakan sanksi tegas.
Namun, ia tidak bisa mengomentari perihal ini terlalu jauh, karena sudah ada dinas yang mengawasinya secara langsung.
"Udah gak bener kalau itu sampai terjadi," jelasnya.
Beberapa waktu lalu, ia bersama dengan jajarannya meninjau pasar tradisional dan modern yang ada di kota Medan.
Dalam tinjauannya, Edy Rahmayadi pemerintah dapat mengamakan bahan pangan apabila terjadi kekurangan stok di pasar.
Baca: Sosok Ipda Danny Sutarman, Anak Mantan Kapolri yang Nekat Tilang Mobil Berpelat Mabes Polri. .
Baca: Putri yang Tikam Ayah hingga Tewas Karena Diingatkan Salat, Tiba-tiba Histeris Panggil Ayah
"Kita akan turun kembali ke pasar untuk lakukan operasi pasar, jadi rakyat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Provinsi Sumatera Utara, Mulkan Harahap menyebut, belum ada ditemukan di Sumut untuk kasus dari bakteri Antraks tersebut.
"Belum pernah ditemukan bakteri ini di Sumut," katanya.
Mulkan mengatakan, sampai dengan saat ini, Sumut masih bebas dari bakteri Antraks.
"Sumut masih bebas dari bakteri ini," katanya.
Mulkan mengatakan, bahwa bakteri ini bukan hanya ditularkan oleh hewan ternak, bahkan manusia juga bisa terjangkit.
"Bukan hanya hewan, dari manusia juga bisa ke hewan penularan bakteri ini," jelasnya.
Pihaknya sudah mengimbau seluruh jajaran Dinas Peternakan di Sumut untuk dapat memastikan daging-daging hewan ternak yang dipaparkan terjamin kesehatannya.
"Kami sudah mengimbau seluruh jajaran untuk memastikan bahwa daging yang beredar di pasaran nanti kesehatannya diutamakan," jelasnya.
Kebanyakan kasus antraks terjadi pada hewan ternak, misalnya sapi, domba, kuda, atau kambing.
Spora antraks di tanah bisa menginfeksi hewan ternak yang memakan tanaman yang tumbuh di tanah tersebut.
"Hewan ternak biasanya makan rumput, nah di rumput itu biasanya bakteri dapat berkembang dengan cepat apabila dimakan oleh hewan terbaru," jelasnya.
Kata dia, biasanya hewan ternak ini tidak langsung diketahui terinfeksi bakteri tersebut. Karena beberapa hari ke depan baru bisa dilihat akibatnya.
"Biasanya begitu terkena bakteri ini, hewan tersebut tidak langsung sakit atau mati, biasanya perlahan-lahan merusak sistem dalam tubuh hewan," jelasnya.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/daging_sapi_20180311_123550.jpg)