Kebiasaan Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura, Sering Hilang Misterius dan Tiba-tiba Kembali

Masil menduga, saat pergi menghilang itulah, terduga pelaku menjadi korban pencucian otak dari orang yang tak dikenal.

Tribun Solo
Foto terduga pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak usai meledakkan diri. 

"Padahal dulu orangnya biasa saja, dengan teman-teman sekampung pun sering kumpul-kumpul, namun tiba-tiba sudah tidak mau ke masjid," ucapnya.

Perubahan yang paling dirasakan oleh Masil adalah kebiasaan Rofik yakni bermain musik.

Saat ini Rofik sudah tidak mau lagi bermain musik karena disebut haram. "Namun ia berhenti, katanya main musik itu haram," terang Masil.

Perubahan Rofik juga diterangkan oleh Kepala Dusun Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo.

Rofik diketahui adalah warga Kranggan dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Sejak lulus SMA, Rofik menjadi sosok yang sangat tertutup. Sebelumnya, Rofik dikenal sebagai pria yang rajin datang ke masjid.

Namun setelah lulus dari SMA, hal itu sudah jarang dilakukannya.

"(Rofik) tertutup setelah lulus SMA, biasanya dulu ke masjid tapi sekarang enggak pernah," kata Sudalmanto, Kepala Dusun Kranggan kulon, Senin (3/6/2019).

Sudalmanto menambahkan, terduga pelaku sudah tidak pernah berinteraksi lagi dengan warga. "Enggak pernah berinteraksi di kampung," imbuhnya.

Ia menjelaskan, terduga pelaku juga tidak mempunyai pekerjaan tetap. Sehari-hari, Rofik hanya bekerja serabutan dan kadang terlihat sebagai penangkap burung.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved