Kebiasaan Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura, Sering Hilang Misterius dan Tiba-tiba Kembali

Masil menduga, saat pergi menghilang itulah, terduga pelaku menjadi korban pencucian otak dari orang yang tak dikenal.

Tribun Solo
Foto terduga pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak usai meledakkan diri. 

Rakian kemudian segera menyelamatkan diri bersama dengan anggota Polri yang berada di Pos Pantau Pospam Tugu Kartasura.

Sedangkan orang yang tidak dikenal tersebut tergeletak dengan kondisi luka-luka.

Seorang saksi, Vino (25) mengaku mendengar suara ledakan tersebut. "Suara ledakan seperti bom meletus," kata Vino kepada awak media.

Saat itu lelaki yang meledakkan dirinya diakui ia melihat kakinya masih bergerak. "Waktu saya lihat, kakinya masih bergerak," imbuhnya.

Setelah meledakkan diri di dekat pos polisi, terduga pelaku Rofik masih dalam keadaan hidup.

Terduga pelaku kemudian dirujuk pihak kepolisian ke RS PKU Muhammadiyah Kartasura untuk mendapatkan perawatan.

"Datang sebelum pukul 24.00 WIB dalam kondisi terluka cukup parah," kata Ahmad Farji, Dokter Jaga RS PKU Muhammadiyah, Senin (3/6/2019).

Setelahnya, terduga pelaku dibawa ke Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof Dr R Soeharso Surakarta dan akhirnya dirujuk sekali lagi ke RSUD Dr Moewardi Solo.

Akibat aksinya, terduga pelaku diketahui menderita luka di bagian perut, pinggang, tangan dan juga kaki.

Menjalani perawatan sejak pukul 01.00 WIB, terduga pelaku kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Prof Dr Awalodin Djamin, Semarang menggunakan ambulance dari Polresta Solo.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura Sering Hilang Misterius dan Tiba-tiba Kembali

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved