Kutip Retribusi, Warga Parapat Kecam Pemkab Simalungun

Jutta Manurung warga Paraat menganggap kebijakan tersebut merugikan warga.

Kutip Retribusi, Warga Parapat Kecam Pemkab Simalungun
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Pintu gerbang masuk ke Kawasan Rekreasi Parapat Danau Toba, Senin (3/6/2019). Petugas memberhentikan sementara kutipan retribusi karena adanya protes dari warga. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PARAPAT-Warga Parapat geram dengan diberlakukannya kutipan terhadap pengunjung yang datang ke Kota Wisata Parapat, Senin (03/6).

Jutta Manurung warga Paraat menganggap kebijakan tersebut merugikan warga.

"Ini benar-benar meresahkan bagi kami warga Parapat",ujar Jutta.

Kata Jutta, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Simalungun berinisiatif membuat kegiatan yang dapat menarik perhatian wisatawan. Apalagu, selama ini wisatawan sudah lama berkurang jumlahnya ke Kota Parapat.

Tentu, menurut Jutta pengutipan retribusi tersebut semakin membuat wisatawan tidak betah di Parapat. "Kami sangat keberatan dengan pengitipan ini. Seharusnya Pemkab berinisiatif, lah malah membuat susah",tambahnya.

Amatan Tribun, petugas dari Dinas Pendapatan Kabupaten Simalungun melakukan pengutipan sejak Pukul 08.00 WIB. Pengtipan dilakukan di dekat pintu gerbang masuk Parapat.

Untuk satu unit mobil diberlakukan tarif Rp 5000. Sedangkan ke pengunjung diberlakukan Rp 500.

Menyikpi hal itu, akhirnya warga pun ramai-ramai menghentikan kebijakan Pemkab tersebut. Mereka mendatangi petugas Bapeda di Pos pengutipan.

Setelah berdialog, dengan ara petugas akhirnya Kepala Dinas Bapeda Simalungun, Simarmata sepakat memberhentikan kebijakan itu. Hingga sebulan ke depan, kebijakan tersebut akan dibekukan.

"Kami sepakat memberhentikan, sebulan ke depan. Dan kami akan segera menyampaikan ini ke Bupati",ujarnya.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved