Polisi Tangguhkan Penahanan Ketua Presidium GNKR Sumut Rabu Alam: Permintaan Keluarga

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Rabu Alam diamankan di salah satu rumah makan kawasan Ringroad Medan, sekitar pukul 21.00 WIB.

Polisi Tangguhkan Penahanan Ketua Presidium GNKR Sumut Rabu Alam: Permintaan Keluarga
Tribun Medan/M Fadli Taradifa
Polisi Tangguhkan Penahanan Ketua Presidium GNKR Sumut Rabu Alam: Permintaan Keluarga. Petugas Satreskrim Polrestabes Medan melakukan pengungkapan kasus Rabu Alam di ruang Satreskrim Polrestabes Medan, Jumat (31/5/2019). 

Polisi Tangguhkan Penahanan Ketua Presidium GNKR Sumut Rabu Alam: Permintaan Keluarga

TRIBUN-MEDAN.com-Presidum Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Rabu Alam Syahputra sebelumnya diamankan petugas Satreskrim Polrestabes Medan, Rabu (29/5/2019) lalu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Rabu Alam diamankan di salah satu rumah makan kawasan Ringroad Medan, sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam pengungkapan kasus yang dipimpin langsung Kanit Ekonomi, AKP Raffles Marpaung didampingi Kanit Pidum Iptu Husein pada Jumat (31/5/2019) kemarin.

Rabu Alam berjalan menuju meja paparan dengan menggunakan sendal jepit berwarna hitam, sarung berwarna hitam, baju kaos berkerah berwarna putih dan memakai kaos tahanan Polrestabes Medan.

Terlihat kedua tangan Rabu Alam dalam keadaan terborgol. Ia juga memakai gelang mirip tasbih berwarna cokelat tua.

Dijelaskan Raffles status terlapor sudah menjadi tersangka.

"Rabu Alam diduga melakukan perkara dugaan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat. Atau tindak pidana penghasutan atau kekerasan terhadap orang atau barang atau pidana makar yang dllakukan dengan niat menggulingkan pemerintahan. Dan atau pemufakatan akan melakukan makar dan atau setidaknya niat untuk melakukar makar. Dan atau penghinaan terhadap penguasa, sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 UU RI. No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau pasal 160 jo pasal 170 atau pasal 107 dan/atau pasal 110 Jo pasal 87 dan/atau pasal 207 KUHPidana," ungkapnya.

Baca: Lionel Messi Minta Barcelona Pulangkan Neymar ke Camp Nou

Baca: Hilda Nurafriani Tikam Ayahnya Belasan Kali hingga Tewas, Mendadak Histeris dan Panggil Mamik

Baca: Pelatih Pecatan PSIS Semarang Dirumorkan jadi Pelatih Persija Jakarta

Baca: Mourinho Berikan Satu Syarat untuk Virgil van Dijk raih agar Mampu Raih Ballon dOr tahun 2019

Diamankannya Rabualam merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat ke Polrestabes Medan yang tertuang di Nomor: LP/1148/K/V/2019/SPKT Restabes Medan, Tanggal 28 Mei 2019.

Informasi tambahan yang berhasil dihimpun, dalam laporan masyarakat tersebut, pada Jumat (24/5/2019) lalu di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Presidium GNKR sedang memimpin unjukrasa serta melakukan orasi dan diduga mengucapkan kata-kata yang menjelek-jelekkan Presiden Jokowi, Kapolri Tito Kanarvian, para Jenderal dan lainnya.

Baca: Bruno Mantos Kaget Ivan Kolev mundur dari Persija, Doakan Segera Dapat Pekerjaan Baru

Baca: TERKUAK Identitas Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Tertutup Setelah Lulus SMA

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved