Tor Si Mago-mago Makin Sepi, Warga Sipirok Rekreasi ke Komplek Kantor Pemkab Tapsel

Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang megah dan indaha menjadi daya tarik masyarakat.

Tor Si Mago-mago Makin Sepi, Warga Sipirok Rekreasi ke Komplek Kantor Pemkab Tapsel
Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan
Warga bermain di Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel, Rabu (5/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang megah dan indaha menjadi daya tarik masyarakat.

Jalan yang berliku, angin sepoi-sepoi dan bangunan perkantoran yang sudah didesain sedemikian rupa menjadikan komplek ini menjadi obyek tamasya.

"Suasananya sejuk dan pemandangannya seperti di pegunungan. Pada libur atau perayaan hari besar, Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel ramai dikunjungi warga untuk mengabadikan momen bersama keluarga. Sudah menjadi ikon," kata Asfan, warga Sipirok, Rabu (5/6/2019).

Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel dipusatkan di Dano Situmba, Sipirok, setelah sebelumnya dipindahkan dari Padangsidimpuan.

Sedikitnya ada 22 gedung kantor OPD dan tiga rumah dinas serta satu gedung serba guna, termasuk lapangan upacara dan fasilitas umum lain yang telah selesai dibangun pada masa Bupati Syahrul M Pasaribu.

Warga menikmati pemandangan dengan berswafoto di Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel, Rabu (5/6/2019).
Warga menikmati pemandangan dengan berswafoto di Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel, Rabu (5/6/2019). (Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan)

Selama ini warga Sipirok suka bertamasya atau foto-foto ke Tor/Bukit Si Mago-mago.

Menurut legenda, tor/bukit ini dinamakan demikian karena muda-mudi yang berpacaran di bukit ini akan menghilang. 

Pada tahun 2000-an, Tor Si Mago-mago sudah mendapat tempat di hati masyarakat, terlebih pada perayaan Idul Fitri, bukit ini selalu ramai dihadiri wisatawan.

Kini popularitas Tor Si Mago-mago sudah menurun. Masyarakat mulai ogah datang dan berswafoto di sana.

Anak-anak bermain di Komplek Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan.
Anak-anak bermain di Komplek Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan. (Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan)

Penyebabnya antara lain karena jalan yang kupak-kapik sehingga menyulitkan masyarakat yang ingin naik ke puncak bukit yang berhadapan dengan Gunung Si Bual-Buali itu. Belum lagi kutipan tiket masuk yang dirasa terlalu memberatkan.

"Dahulunya, Tor Si Mago-mago ini terkenal. Masyarakat yang datang dari Padangsidimpuan selalu memilih bukit ini. Tapi, Tor Si Mago-mago mungkin menunggu tinggal jadi cerita saja. Sudah lama terbengkalai. Masyarakat sudah memilih berwisata di Kompleks Perkantoran Bupati," kata Asfan. (ase/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved