Kapal Tenggelam

UPDATE KM Lintas Timur Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk, 17 Orang Hilang

UPDATE Pencarian Korban KAPAL KM Lintas Timur, Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk, 17 Orang Hilang

UPDATE KM Lintas Timur Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk, 17 Orang Hilang
ilustrasi/selayarnews
UPDATE Pencarian Korban KAPAL KM Lintas Timur, Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk, 17 Orang Hilang 

TRIBUN-MEDAN.COM - UPDATE KM Lintas Timur Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk, 17 Orang Hilang.  

//

KM Lintas Timur yang tenggelam di perairan Selat Taliabo Provinsi Maluku Utara terus dicari oleh Badan SAR Nasional Palu, Sulawesi Tengah dengan mengerahkan satu kapal KM SAR Bhisma.

Baca: KISAH Asmara Nella Kharisma Jarang Terekspos, Istri Cak Malik Posting Foto dan Tulis Kesayanganku

Baca: SBMPTN 2019 - Jadwal Pendaftaran SBMPTN 2019 10 - 24 Juni 2019, Berikut Syarat Pendaftaran (Update)

Menurut Kepala Kantor SAR Palu Basrano, di Palu, Rabu mengatakan, KM Lintas Timur dilaporkan tenggelam membawa sebanyak 18 (sebelumnya disebutkan 20) orang awak kapal dinahkodai Kapten Kapal Martinus Matitaputi.

KM Lintas Timur membawa 18 penumpang tersebut berlayar dari Pelabuhan Bitung, Menado, Sulawesi Utara menuju Morowali, Sulawesi Tengah mengangkut bahan bangunan berupa semen.

Dari informasi diterima Basarnas, ungkapnya, peristiwa KM Lintas Timur tenggelam itu terjadi pada Sabtu (1/6/2019) sekitar pukul 14.00 WITA.

Baca: Kapal Tenggelam - 19 Penumpang KM Lintas Timur Hilang di Laut, 1 Orang Dikabarkan Selamat

Baca: GEMPA HARI INI- Info BMKG, Gempa Bumi Guncang Kepulauan Sangihe Pagi Tadi, Kekuatan Magnitudo 5,5 SR

Baca: Hasil Australian Open 2019: 10 Wakil Indonesia ke Babak II, Anthony Ginting, Jonatan Christie Menang

Dalam perjalanan mesin kapal rusak sehingga kapten kapal mencari pelabuhan terdekat guna memperbaiki mesin.

"Setelah mesin kapal diperbaiki, KM Lintas Timur melanjutkan pelayaran. Namun, dalam perjalanan mesin kapal kembali rusak dan semua sistem kapal tidak berfungsi.

Tingginya gelombang dan cuaca buruk membuat kapal oleng dan tidak bisa dikendalikan," tutur Basrano.

Terapung 4 hari

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved