Komunitas Food Truck Sedekah Selamatkan Makanan untuk Masa Depan

kepedulian terhadap banyaknya sampah makanan, kurangnya pasokan makanan, hingga banyaknya masyarakat yang kekuarangan makanan

Komunitas Food Truck Sedekah Selamatkan Makanan untuk Masa Depan
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN
Komunitas Food Truck Sedekah dalam suatu kegiatan belum lama ini. Komunitas ini berupaya mengkampanyekan peduli sampah makanan serta global hunger indeks. 

TRIBUN-MEDAN.com - Berbagi dapat dilakukan dalam bentuk apapun dan siapapun, bukan hanya berupa uang, berbagi ilmu pengalaman hingga berbagi makanan dapat dilakukan okeh siapapun.

Meningkatkan kepedulian terhadap banyaknya sampah makanan, kurangnya pasokan makanan, hingga banyaknya masyarakat yang kekuarangan makanan, Laras dan beberapa rekan lainnya membentuk komunitas Food Truck Sedekah di Medan.

Saat berbincang dengan Tribun Medan, Laras mengatakan bahwa komunitas Food Truck Sedekah ini dibentuk tahun 2018, tepatnya 22 juni 2018. Bagi mereka, membentuk komunitas peduli makanan saat ini sangatlah penting, sebab melihat global hunger indeks, Kata Laras Indonesia mencapai titik yang serius.

"Hal itu terjadi karena kebutuhan dasar (makanan) belum terpenuhi, akhirnya kita buat komunitas yang menjadi wadah untuk menyalurkan, memberi dan fokus pada makanan," katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan komunitas pun beragam namun Laras menekankan 2 hal penting saat komunitas melaksanakan kegiatan, yakni fokus pada meminimalisir sampah yang ditimbulkan, serta menyelamatkan makanan berlebih yang masih layak konsumsi, agar dapat disalurkan kembali kepada yang membutuhkan

"Untuk kegiatan rutinnya setiap hari Jumat kita berpindah dari masjid ke masjid memberi makan siang, kita juga nenyelamatkan makanan, ketika ada wedding makanannya kan suka berlebih, nah kita yang menyelamatkan dan menyalurkannya, namun tentu saja makananya harus masih layak dikonsumsi," katanya

Selain itu, komunitas ini juga aktif melakukan kegiatan sosial yang berhubungan dengan makanan seperti pada bulan Ramadan yang lalu adanya program ramadan sharing fridge yang meletakkan kulkas berisi menu berbuka di pinggi jalan secara gratis, berbagi makanan dan cukup bayar seikhlasnya, pembagian perlengkapan sholat, pembagian sembako dan kegiatan lainnya.

"Anggota komunitas atau voluntir berasal dari berbagai latar belakang, ada mahasiswa, pekerja, orangtua dan lainnya, tidak hanya satu profesi saja, siapapun boleh bergabung secara sukarela," katanya.

Laras berharap Food Heroes atau program penyelamatan makanan daoat dilakukan oleh banyak orang, sebab Kata Laras dibalik kelebihan makanan masih banyak orang yang kekurangan, maka sebaik-baiknya yaitu dengan menyalurkannya.

"Harapan selain kita, kedepannya banyak yang melakukan kegiatan ini, membantu orang sekitar mendapatkan makanan, kita juga mengajak masyarakat menjaga makanan dan peduli terhadap makanan yang berlebih agar tidak mubazir," pungkasnya. 

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved