Komunitas Lunar Archery Ingin Masyarakatkan Panahan di Kota Medan
Lunar Archery telah menjadi wadah dan membentuk komunitasnya sendiri sebagai kegiatan positif di waktu senggang.
Penulis: Alija Magribi |
Komunitas Lunar Archery Ingin Masyarakatkan Panahan di Kota Medan
TRIBUN-MEDAN.com-Berdiri sejak tahun 2015, Komunitas Lunar Archery bertekad memasyarakatkan panahan sebagai olahraga ketangkasan yang layak dijadikan hobi anak-anak muda saat ini.
Komunitas ini ingin mengubah persepsi bahwa panahan merupakan olahraga yang mahal dan ribet.
Itulah yang dikatakan oleh Hadid, selaku pelatih dan kepala peralatan Komunitas Lunar Archery. Kepada Tribun Medan, Minggu (9/6/2019) Hadid melanjutkan saat ini teman-temannya terus bertambah.
"Untuk saat ini, teman teman kita kurang lebih 170 orang, bang. Mereka latihan di sini semuanya," ujar Hadid.
Dikatakan Hadid, Lunar Archery bukan hanya sekadar tempat latihan memanah. Lebih jauh, Lunar Archery telah menjadi wadah dan membentuk komunitasnya sendiri sebagai kegiatan positif di waktu senggang.
"Bahkan diantara teman-teman, banyak yang terjun sebagai atlet, juga mampu meraih prestasi yang membanggakan untuk kita," ujar Hadid kembali.
Saat ini Komunitas Lunar Archery beranggotakan mayoritas remaja. Mereka berasal dari SMP dan SMA di Kota Medan. Anak anak tersebut bahkan menjalani panahan tak hanya sekadar waktu luang.
Baca: Prabowo Di-Bully karena Umbar Sikap Politik Ani Yudhoyono, BPN Sebut Sumbernya Langsung dari SBY
Baca: Manchester United Tawar Kalidou Koulibaly Rp 1,5 Triliun, jadi Bek Termahal Sepanjang Sejarah
Baca: Sihar Sitorus Berikan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Sungai Berombang Labuhanbatu
Baca: Lemang Batok, Makanan Khas Kota Tebingtinggi yang Rasanya Melegenda
Baca: Arus Balik Diperkirakan Berlangsung Hari Ini, Satlantas Kerahkan Personel di Pintu Masuk Medan
Hal yang sama ditimpali Trabanasia Therah Sitorus, Kru Dokumentasi Komunitas Lunar Archery. Ia mengatakan bahwa tujuan utama dibentuknya Lunar Archery Adalah ingin memasyarakatkan panahan bang.
"Karena banyak masyarakat tahu olah raga panahan itu mahal. nah kita hadir bermain olahraga panahan yang murah tapi tetap professional. professional dalam artian dari segi alat dan instruktur yang semuanya sudah terstandart," tukas Alumni Fakultas Teknik USU ini.
Baca: Benarkah Kerokan Pakai Bawang Merah Bisa Mengobati Masuk Angin?
Baca: Pemain Timnas Nikaragua Tak Pikirkan Cara Kalahkan Argentina tapi Strategi bisa Foto Bareng Messi
Baca: Tata Cara Pendaftaran SBMPTN 2019, Aturan Pemilihan Prodi hingga Persyaratan Peserta
Dalam wawancara, Pria yang dipanggil dengan nama Therah ini pun mengajak para anak muda di Kota Medan yang punya ketertarikan terhadap panahan untuk segera datang dan mencoba di Lunar Archery yang berlokasi di Oil Palm Science Techno Park (OPTP) Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Medan.
"Saya yakin banyak yang masih penasaran bagaimana memanah, ayo silakan bergabung dengan kita di sini," ajaknya.
Raih Berbagai Prestasi
Sebagian anggota Komunitas Lunar Archery tampaknya menyajikan prestasi luar biasa bagi pribadi dan kelompok. Pasalnya di beberapa ajang yang diikuti, tak jarang mereka meraih podium.
Pelatih sekaligus kepala peralatan Hadid mengatakan salahsatu diantara mereka pernah meraih peringkat 8 besar di sebuah kompetisi panahan di National University Singapore.
Baca: Desa Bawah Laut Ini Hanya Muncul Sebulan Dalam Setahun
Baca: Manchester United Siapa Tampung Gareth Bale dengan Status Pemain Pinjaman
"Di level Nasional kita sudah pernah meraih 16 besar di kerjurnas, dan saya sendiri pernah mengikuti popnas tahun 2017, kemudian juara umum sirkuit panahan 1-3 tahun 2017, juara umum porkot 2016, juara umum porkot kejurnas di tahun 2017-2018, juara umum di pertandingan khosekhanudnas 1 2017,
Kemudian Hadid pun memaparkan keberhasilan mereka di tahun 2019 ini. Yang mana teman mereka meraih 2 medali di turnamen Deli Serdang Open tingkat SMA pulang berhasil menyabet juara 2, Kategori Dewasa umum putri juara 2.
"Kita juga masuk lima besar pertandingan di Bogor piala Polres Bogor, juara umum di pertandingan Raz Championship banyak lagi sih bang tapi gaingat yang ini aja yang ingat,bang," ujar Hadid dengan senyum.
Prestasi tersebut pun menjadikan teman mereka bernama Rahmad Hidayat kini menjadi atlet profesional binaan KONI Medan untuk perhelatan panahan tingkat nasional. Selain Rahmad, nama lainnya ada Aissha Az-Zahra, siswi SMA yang diproyeksikan masuk ke Pelatda pra-PON Medan Aceh 2024.
(cr15/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/komunitas_lunar_archery_20160502_155634.jpg)