Pesona Samudera Awan di Puncak Sibuaten Tarik Minat Pengunjung saat Libur Lebaran

Momen indah saat matahari terbit dan terbenam adalah hal yang diburu para pendaki.

Pesona Samudera Awan di Puncak Sibuaten Tarik Minat Pengunjung saat Libur Lebaran
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Pendaki perempuan asal Medan, Putri berpose membelakangi pemandangan di puncak Gunung Sibuaten, Minggu (9/6/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Saat libur lebaran, Gunung Sibuaten cukup ramai dikunjungi para pendaki gunung dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, terutama dari Medan.

Momen indah saat matahari terbit dan terbenam adalah hal yang diburu para pendaki.

Namun, panorama tersebut tak bisa dijamin terjadi setiap waktu. Sebab, puncak Sibuaten lebih sering tertutup kabut.

Gunung Sibuaten terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Konon, sebagian wilayah gunung ini sudah masuk wilayah Kabupaten Dairi.

Ketinggian Sibuaten sekitar 2.457 meter di atas permukaan laut. Jalur pendakian gunung ini terbilang panjang dan terjal.

Sejauh ini, baru satu jalur yang disarankan untuk mendaki Gunung Sibuaten, yaitu via Desa Pancurbatu. Di sini, terdapat pos registrasi yang dikelola oleh organisasi pemuda desa setempat, Gempari.

Setiap pendaki diwajibkan melapor dan mendaftarkan data diri beserta logistik yang dibawa kepada petugas Gempari. Biaya registrasi sebesar Rp10 ribu per orang.

Pendaki juga diwajibkan membawa semua sampah bekas logistik yang dibawa saat mendaki.

Saat turun, kantong sampah para pendaki akan dibongkar untuk diperiksa. Apabila jumlah sampah tak sesuai dengan data logistik yang ada pada petugas, maka pendaki dikenai denda Rp20 ribu per item logistik.

Hal positif ini terbilang unik, sebab agaknya baru Gunung Sibuaten di Sumatera Utara yang ada peraturan seperti ini.

Halaman
12
Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved