Ternyata Peran Turki dalam Program Jet Tempur F-35 AS Vital

Pakar menyatakan jika Turki benar-benar dikeluarkan dari F-35, itu adalah perpecehan paling signifikan dalam sejarah hubungan bilateral dua negara.

Ternyata Peran Turki dalam Program Jet Tempur F-35 AS Vital
Dok Lockheed Martin/Jerusalem Post
Jet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat ( AS) dan Turki memasuki babak baru terkait dengan jet tempur F-35 serta sistem rudal S-400.

Sebabnya, dilaporkan terdapat surat dari AS yang menyatakan bahwa Turki bisa dikeluarkan dari program F-35 jika masih meneruskan pembelian S-400 dari Rusia.

Pakar menyatakan jika Turki benar-benar dikeluarkan dari F-35, itu adalah perpecehan paling signifikan dalam sejarah hubungan bilateral dua negara.

Apalagi, seperti diwartakan Al Jazeera Jumat (7/6/2019), Turki disebut memegang peranan cukup penting dalam program persenjataan termahal dalam sejarah AS itu.

Turki merupakan salah satu mitra inti dalam program F-35, dan dilaporkan berniat membeli 100 unit dalam transaksi seharga 9 miliar dollar AS, atau Rp 128,4 triliun.

Sejumlah perusahaan Turki juga diserahi mandat memproduksi total 937 komponen F-35. Utamanya di bagian roda pendaratan serta badan pesawat bagian tengah.

Menyusul adanya kabar surat itu, Washington kini berencana untuk memindahkan tugas pembuatan komponen itu, dan mengakhiri peran Turki pada awal 2020.

Wakil Menteri Pertahanan Ellen Lord kepada awak media mengatakan, Pentagon percaya dampaknya terhadap program bakal minim jika Turki mematuhi linimasa AS.

"Apa yang kami lakukan saat ini adalah penghentian yang sangat disiplin serta anggun," kata Lord dalam konferensi pers ketika berada di Pentagon.

Kabar surat itu terjadi setelah perusahaan Rostec menuturkan mereka bakal memulai proses pengiriman sistem pertahanan anti-serangan udara itu ke Turki.

Kepada kanal NTV, Sergei Chemezov mengatakan segalanya berjalan sesuai jalur dengan Turki dengan S-400 bakal dikirimkan paling tidak dua bulan mendatang.

"Dana sudah digelontorkan. Teknologi telah dibuat. Dan kami juga sudah menyelesaikan pelatihan kepada seluruh personel yang bakal mengoperasikannya," tutur Chemezov.

Sementara Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan pembelian sudah tidak lagi menjadi isu yang perlu dibahas meski Gedung Putih melontarkan ancaman.

"Kami telah membuat kesepakatan dengan Rusia. Kami sudah bersikap dan bakal meneruskannya," ujar Erdogan seperti dikutip Anadolu via AFP Selasa (4/6/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hendak Dikeluarkan, Begini Peran Turki dalam Program Jet Tempur F-35 AS"

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved