Abu Vulkanik Bertebaran, Satgas Pramuka Peduli Bagikan Masker ke Pengguna Jalan di Sekitar Sinabung

Satuan Tugas (Satgas) Pramuka peduli Kota Medan bersama kwartir cabang Kabupaten Karo, menggelar bakti sosial.

Abu Vulkanik Bertebaran, Satgas Pramuka Peduli Bagikan Masker ke Pengguna Jalan di Sekitar Sinabung
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Satgas pramuka peduli Sumut membagikan masker kepada pengguna jalan di seputar simpang Desa Gamber, Simpangempat, Senin (10/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Akibat dari erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Minggu (9/6/2019) kemarin, menyisakan sebagian wilayah yang berdekatan dengan Sinabung diselimuti abu vulkanik. Dengan kondisi seperti ini, tentunya sangat mengganggu masyarakat beraktivitas.

Melihat situasi ini, Satuan Tugas (Satgas) Pramuka peduli Kota Medan bersama kwartir cabang Kabupaten Karo, menggelar bakti sosial dengan membagikan masker kepada pengguna jalan. Seperti diketahui, salah satu dampak utama abu yang tersisa di jalan, akan mengganggu penglihatan serta pernapasan.

Komandan Satgas pramuka peduli Sumut Iskandar zulkarnain Nasution, mengungkapkan aksi ini merupakan bentuk bakti pramuka kepada masyarakat yang merupakan salah satu program kerja yang ada. Dirinya menyebutkan, mulai dari kemari mereka telah melakukan aksi serupa.

"Seperti yang kita tau, setelah Gunung Sinabung erupsi kemarin menyisakan banyaknya debu di luar rumah yang menyebabkan timbulnya penyakit terutama pernapasan. Makanya kita bagikan masker untuk pengguna jalan yang lewat," ujar Iskandar, di kawasan persiapan Desa Gamber, Simpangempat, Senin (10/6/2019).

Iskandar menjelaskan, hingga saat ini mereka sudah menyebarkan masker ke masyarakat di berbagai titik. Seperti di Kecamatan Kuta Rakyat, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran, dan persimpangan Desa Gamber.

"Kita mengerahkan sebanyak 36 personel gabungan dari Medan dan Karo, untuk hari ini kita bagaikan masker 60 kotak," katanya, didampingi Ketua pengurus Satgas Pramuka Tanah Karo Syahlan Dani.

Dirinya mengaku, aksi ini bertujuan sebagai bakti pramuka, di mana sesuai dengan fungsinya pramuka peduli memang ditugaskan untuk menjalankan aksi sosial kepada masyarakat. Terutama pada unit penanggulangan bencana, yang menuntut personel pada unit tersebut untuk sigap dan tanggap jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti saat ini.

"Kita juga ada tim evakuasi, tapi memang dari BPBD belum membutuhkan evakuasi, karena erupsi kali ini hanya hembusan abu vulkanik," ungkapnya.

Pria berbaju oranye itu mengaku, mereka telah melakukan aksi serupa sejak erupsi Gunung Sinabung pertama kali pada tahun 2010 lalu. Dirinya menyebutkan, kegiatan ini bersifat situational.

"Kegiatan ini kita melihat situasi, mulai kemarin sudah kita lakukan, tapi kalau memang masih dibutuhkan kita akan siap," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved