Hadiri Halal Bihalal YPSA, Ustaz Muzakir: Tradisi Mudik Upaya Menemukan Kembali Nilai Kemanusiaan

Halal bihalal dapat dijadikan sebagai momentum untuk membersihkan dosa sosial terhadap sesama manusia. Pada hari Lebaran ini kita membuka diri

Hadiri Halal Bihalal YPSA, Ustaz Muzakir: Tradisi Mudik Upaya Menemukan Kembali Nilai Kemanusiaan
IST
Acara halal bihalal dan pelepasan calon jemaah haji keluarga besar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang dilaksanakan di Adhigara Room Raz Hotel & Covention, Jalan Dr Mansyur, Minggu (9/6). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Halal bihalal dapat dijadikan sebagai momentum untuk membersihkan dosa sosial terhadap sesama manusia. Pada hari Lebaran ini kita membuka diri untuk saling berma'afan dan bersilaturahmi di antara sesama.

Hal itu disampaikan Prof Dr H Muzakir dalam tausiahnya pada acara halal bihalal dan pelepasan calon jemaah haji keluarga besar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang dilaksanakan di Adhigara Room Raz Hotel & Covention, Jalan Dr Mansyur, Minggu (9/6/2019).

Hadir dalam acara itu anggota DPR RI Abdul Wahab Dalimunthe, perwakilan Kapoldasu, Kasad Brimob Sumut, Konjend Singapura, perwakilan Pangdam I Bukit Barisan, alim ulama al ustadz H Zulfikar Hajar, al ustadz H. Anhar Nasution, al ustadz H Azhar Sitompul, al ustadz H Amiruddin, MS, Pembina YPSA Buya Sofyan Raz, Ketua Umum YPSA Hj Rahmawaty, Sekretaris Umum YPSA Hj Rizki Fadilah Raz, Pembina H Arisyi Fariza Raz, Bendahara Umum H Hizrian Fathullah Raz, Pengawas YPSA dr H Hasfi Fauzan Raz, dan tamu lainnya.

Baca: Polisi Tangkap 13 Jukir Liar di Parapat, Kanit Jatanras: Mereka Mematok Tarif hingga Rp 20 Ribu

Dalam kesempatan itu Prof Dr Muzakir mengatakan, selain halal bihalal tradisi mudik yang berkembang di Indonesia juga bertujuan untuk menemukan kembali nilai-nilai kebersamaan yang mungkin selama ini sudah tergerus oleh kehidupan masyarakat perkotaan.

"Ada saatnya orang kota yang hidup di tengah kepalsuan untuk kembali ke kampung halamannya untuk menemukan kembali nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dalam hidup ini yang paling mahal harganya adalah istikamah, karena itu orang yang istikamah balasannya adalah surga. "Setelah Ramadan berlalu mampukah kita menjalani kehidupan yang lebih baik terutama dalam menjalin silaturahmi dengan orang yang memutuskan silaturahmi dan memberi kepada orang yang tak pernah memberi," ujarnya.

Sementara kepada para jamaah calon haji keluarga besar YPSA yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini ustaz Muzakir berharap jadikanlah ini sebagai perjalanan ibadah, dan perjalanan universal yang menyadarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca: Bantu Siram Abu Vulkanik, Pemadam Kebakaran Karo Kerahkan Sembilan Unit Mobil

Sementara itu Pembina YPSA H Arisyi Fariza Raz, berharap momentum Ramadan hari raya Idulfitri dapat mempersatukan kita. Kepada para tokoh dan orangtua siswa pihaknya selaku pembina yayasan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan sehingga hingga saat ini YPSA telah banyak melahirkan para alumni dan berprestasi tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.

Arisyi juga mengucapkan selama kepada 29 orang keluarga besar YPSA yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun ini semoga dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan dapat kembali ke tanah air dalam keadaaan selamat.

Dalam kesempatan ini juga YPSA memberikan bingkisan kepada keluarga besar YPSA yang akan menunaikan ibadah Haji pada tahun ini, sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu.(*)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved