Renovasi Bertahun-tahun, Jembatan Sei Wampu Masih jadi Titik Kemacetan Arus Mudik dan Arus Balik

Iptu Master Purba mengatakan sempat terjadi lonjakan arus ketika mudik Lebaram. Namun, saat arus balik kondisi lalu lintas ramai lancar.

Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kondisi arus lalu lintas di Jembatan Sei Wampu, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat ramai lancar saat arus balik Lebaran H+5, Senin (10/6/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Jembatan Sei Wampu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat masih menjadi titik potensi macet setiap arus mudik dan balik. Diketahui Langkat merupakan daerah penghubung antar provinsi Sumut-Aceh.

Perbaikan jembatan tak kunjung usai sejak dimulai 2015 silam. Rencana pembangunan jembatan masih separuh bagia, sehingga belum bisa maksimal dilalui kendaraan bermotor, Senin (10/6/2019).

Amatan Tribun Medan di lokasi, arus balik Lebaran H+5 terpantau ramai lancar. Sesekali masih terjadi penumpukan kendaraan bermotor lantaran kawasan kota Stabat yang padat penduduk dan aktivitas perniagaan.

Kanit Laka Satlantas Polres Langkat, Iptu Master Purba mengatakan sempat terjadi lonjakan arus ketika mudik Lebaram. Namun, saat arus balik kondisi lalu lintas ramai lancar.

"Intinya saat Lebaran padat merayap lancar (di Jembatan Wampu). Kalau arus balik sejaih ini sudah ramai lancar. Tahun ini di Langkat ya cuma karena jembatan itu saja yang potensi macet," ungkapnya.

Lebaran Tahun 2019, angka kecelakaan lalu lintas menurun dari tahun sebelumnya. Korban jiwa satu orang meninggal dunia, sedangkan luka ringan satu orang akibat kecelakaan antar sepeda motor. Tahun sebelumnya terdapat empat korban jiwa.

Kapolres Langkat, AKBP Doddy bersama dengan Waka Polres Langkat, Kompol Hendrawan turun langsung memimpin pengamanan perjalanan arus balik pemudik lebaran yang melintasi kota Stabat. Hal ini guna memaksimalkan personil di sejumlah pos, termasuk memantau Jembatan Wampu Stabat.

Mantan Kapolres Siantar ini juga melakukan patroli ke sejumlah titik rawan kepadatan arus balik, dengan menggunakan sepeda motor. Hal ini ia lakukan agar lebih efisien, dan bisa bergerak cepat, mengetahui situasi arus lalu lintas.

Para personel diketahkan untuk fokus mengatur potensi penumpukan kendaraan di Perbatasan Langkat-Binjai, Simpang Aroma, Simpang Bupati, Simpang Saqina, Simpang Secanggang Luar, Simpang Secanggang Dalam,Jembatan Wampu, Simpang Gohor Lama dan Terminal Pasar X Hinai.

"Sejauh ini secara keseluruhan situasi Kamtibcar Lantas di Wilkum Polres Langkat masih terkendali, arus relatif lancar dan bisa diatasi sehingga tidak terjari kemacetan parah," pungkasnya.

Warga Langkat, Bambang sangat berharap jembatan Wampu bisa segera diselesaikan pembangunannya. Pasalnya, sejak 2015, proyek pembangunan jembatan yang disebut-sebut menelan biaya mencapai Rp 57 miliar sangat berdampak buruk terhadap masyarakat dan pengguna jalan.

"Harapan masyarakat ya secepatnya lah bisa segera disiapi, ini sudah berapa kali Lebaran selalu macet lewat jembatan ini. Selain macet, sekitar jembatan jadi banyak debu juga ke rumah-rumah warga," katanya.

(dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved