TRIBUN WIKI

TRIBUN WIKI: Sejarah Vihara Gunung Timur, dari Bangunan Kayu hingga Berdiri Permanen

Vihara Gunung Timur merupakan Kelenteng Tionghoa (Taoisme) di Kota Medan, yang luas tanahnya sekitar 5.000 meter kubik.

TRIBUN WIKI: Sejarah Vihara Gunung Timur, dari Bangunan Kayu hingga Berdiri Permanen
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Koko Aci sebagai Administrasi Vihara Gunung Timur (kelenteng) saat sedang sembahyang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kota Medan memiliki banyak bangunan religi yang bersajarah. Baik seperti bangunan Masjid, Gereja, Kuil, dan Viahara.

Satu di antaranya sejarah bangunan Viahara Gunung Timur, yang terletak di Jalan Hang Tuah, Nomor 16, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, hari Senin (10/6/2019).

Vihara Gunung Timur merupakan Kelenteng Tionghoa (Taoisme) di Kota Medan, yang luas tanahnya sekitar 5.000 meter kubik. Konon kabarnya Kelenteng tersebut sudah ada semenjak tahun 1958.

Kelenteng tersebut dibangun dengan arsitektur China, dan bangunan tersebut termasuk satu di antara bangunan tua di Kota Medan.

Pada mulanya bangunan Viahara tersebut sangat sederhana, bangunan dari kayu dengan beratapkan rumbia. Namun, adanya donasi dari donatur, bangunan vihara tersebut direnovasi menjadi permanen.

Bahkan luas tanahnya bertambah, hingga viharanya menjadi sangat presentasi. Kemudian, untuk halaman Kelenteng ini sangat luas, hingga dapat menampung ratusan kendaraan roda empat.

Selanjutnya, bangunan Vihara tersebut memperlihatkan deretan pilar kuat penyangga atap, yang diukir dengan huruf China dipermukaannya. Begitu juga lentera china berbentuk bulat yang menghiasi lagi-langit.

Selanjutnya, Vihara tersebut memiliki ruang utama yang sangat luas, dengan daya tampung ratusan orang. Di altar ruangan utama terdapat banyak patung dewa, lilin ukuran sangat besar dan tempat pembakaran Hio/Dupa.

Dalam hal ini juga, di dalam Vihara teresebut terdapat tiang-tiang berdiri kokoh berdiri di beberapa bagian ruangan, yang bertuliskan huruf kanji berwarna kuning emas.

Untuk waktu beroperasionalnya Vihara tersebut dibuka setiap hari pada pukul 07.00 sampai pukul 17.00 WIB. Sementara untuk pengunjung Vihara Gunung Timur, hampir setiap hari ada pengunjungnya.

Akan tetapi pada hari weekend, dan hari besar para pengunjung Vihara tersebut lebih ramai untuk beribadah. Tak hanya, umat Budha yang berkunjung ke tempat Vihara Gunung Timur.

Namun, para wisatawan dari luar kota dan manca negara juga berkunjung ke Vihara tersebut untuk wisata religi. Begitu juga Hampir setiap hari turis datang ke viahara tersebut.

Sebab, Vihara tersebut terbuka untuk umum. Bagi para wisatawan juga boleh dengan leluasa melihat bahkan memotret, merekam, memvideokan langsung tata-cara beribadah umat Khonghucu dan umat Buddha. Kemudian wisatwan juga dapat mengabadikan setiap inci bagian dalam vihara tersebut.

(cr22/Tribun-Medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved