Dewan Anggap Sidang Paripurna Terkesan Ecek-Ecek, Ini Penyebabnya

Ini Marwah kita, kalau seperti ini macam sidang ecek-ecek ini. Masa satu orangpun OPD enggak ada (yang datang).

Dewan Anggap Sidang Paripurna Terkesan Ecek-Ecek, Ini Penyebabnya
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Para anggota dewan kecewa di ruang sidang paripurna karena saat agenda pembacaan reses pihak eksekutif meninggalkan gedung paripurna, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Rapat Paripurna DPRD Deliserdang dengan agenda pembacaan hasil reses tahap I berjalan dengan penuh intrupsi Selasa, (11/6/2019).

Saat itu dewan protes dan meminta agar paripurna ini ditunda saja lantaran tidak ada satupun Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang datang. Saat itu hanya Sekwan, Rahmat yang mewakili pihak eksekutif.

"Ini Marwah kita, kalau seperti ini macam sidang ecek-ecek ini. Masa satu orangpun OPD enggak ada (yang datang),"ujar Ketua Fraksi Hanura Berngap Sembiring.

Selain Berngap, saat itu Darwis Batubara juga tampak berang dengan tindakan pihak eksekutif ini. Menurutnya ia sudah merelakan untuk menunda melaksanakan shalat (Ashar) demi mengikuti kegiatan paripurna ini.

"Tapi mengapa seperti ini (enggak ada yang hadir). Ini forum resmi, kan etikanya enggak sopan mereka seperti ini. Apa mereka menganggap karena banyak dewan yang kalah (pada saat Pemilu). Jangan salah, lebih banyak yang menang,"kata Darwis yang merupakan politisi PKS.

Politisi PPP, Misnan Al Jawi adalah orang pertama yang mengeluarkan intrupsi. Ia mengaku sebenarnya sudah mengingatkan kepada Sekda bahwa setelah paripurna dengan agenda Paripurna Pengambilan Keputusan terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018 akan dilanjutkan dengan paripurna agenda pembacaan hasil reses.

"Kalau seperti inikan namanya mereka hanya memikirkan kepentingan mereka saja. Kawan kawan kan jadi tersakiti kalau seperti ini,"kata Misnan.

Awalnya mereka hanya menginginkan agar paripurna yang dipimpin oleh Kamaruzzaman ini ditunda. Namun setelah mendapat arahan dan penjelasan dari Kamaruzzaman para dewan sepakat untuk melanjutkannya. Namun paripurna dilanjutkan dengan dibuatkan catatan khusus kepada pihak eksekutif atas apa-apa yang disampaikan oleh dewan. Hasil reses tidak sama sekali dibacakan, saat itu masing-masing dari juru bicara tiap Dapil hanya menyampaikan laporannya kepada Sekwan, Rahmat.

Pada saat sidang dengan agenda Paripurna Pengambilan Keputusan terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018, ruang paripurna tampak begitu ramai. Mulai dari Bupati, Ashari Tambunan hingga Sekda, Darwin Zein dan tiap-tiap Pimpinan OPD pun hadir. Meski masih ad agenda sidang selanjutnya, setelah acara penandatanganan selesai dilakukan Bupati dan seluruh pejabat pun meninggalkan gedung paripurna.

Rahmat yang dikonfirmasi wartawan menduga para Pimpinan OPD bisa meninggalkan gedung paripurna lantaran menyangka agenda paripurna hanya satu saja.

"Kalau undangan kita sampaikan ke Pemkab sudah jelas sebenarnya ada dua agenda paripurna. Mungkin mereka mengira hanya satu saja agendanya,"kata Rahmat.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved