Habil Marati, Donatur Pembunuh Bayaran 5 Jenderal dan Bos Survei, Politisi PPP dan Eks Manajer PSSI

"HM juga memberikan dana operasional sebesar 15 ribu SGD ( Rp150 juta) kepada KZ. Kemudian KZ mencari eksekutor yaitu HK dan Udin

Habil Marati, Donatur Pembunuh Bayaran 5 Jenderal dan Bos Survei, Politisi PPP dan Eks Manajer PSSI
kolase/antara/kompas tv
Habil Marati, Donatur Pembunuh Bayaran 5 Jenderal dan Bos Survei, Politisi PPP dan Eks Manajer PSSI. Politisi PPP Habil Marati 

Habil Marati, Donatur Pembunuh Bayaran 5 Jenderal dan Bos Survei, Politisi PPP dan Eks Manajer PSSI 

TRIBUN-MEDAN.COM - Polisi telah menetapkan tersangka lain terkait kasus dugaan membawa, menyimpan, menguasai, dan menyembunyikan senjata api tanpa izin dengan motif pemufakatan jahat untuk melakukan perencanaan pembunuhan.

Tersangka tersebut Habil Marati (HM), yang ditangkap pada 29 Mei 2019 di rumahnya pada kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Tersangka ke delapan yang kami amankan adalah saudara HM," ungkap Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Polisi membeberkan peran HM yang merupakan pemberi dana kepada tersangka KZ atau Kivlan Zen.

"Jadi uang yang diterima tersangka KZ berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp60 juta langsung kepada HK untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," lanjut Ade.

Adapun polisi merincikan uang Rp60 juta tersebut yakni Rp 10 juta untuk operasional, dan Rp50 juta untuk melaksanakan unjuk rasa.

"HM juga memberikan dana operasional sebesar 15 ribu SGD (Rp150 juta) kepada KZ. Kemudian KZ mencari eksekutor yaitu HK dan Udin, dan diberikan target 4 tokoh nasional," imbuh Ade.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti dari tersangka HM, di antaranya ponsel genggam untuk melakukan komunikasi dan print out transaski bank.

Sebelumnya, polisi telah menjerat Kivlan Zen terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved