HOAKS - Pemprov Sumut Sesalkan Hoaks Gubernur Edy Rahmayadi Ancam Sumpal Mulut Polisi Pakai Granat

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyesalkan adanya media massa yang memuat hoaks atau berita bohong ke publik.

HOAKS - Pemprov Sumut Sesalkan Hoaks Gubernur Edy Rahmayadi Ancam Sumpal Mulut Polisi Pakai Granat
Ilustrasi hoaks atau berita palsu (milindri) 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyesalkan adanya media massa yang memuat hoaks atau berita bohong ke publik.

Penyesalan itu dikatakan Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokoler Pemprov Sumut, Fitriyus merespons hoaks di sejumlah media online terkait Gubernur Edy Rahmayadi.

Hoaks yang dimaksud yakni pemberitaan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengancam menyumpal mulut anggota polisi memakai granat. Ancaman itu terjadi saat aparat mengamankan peserta takbiran keliling Idul Fitri 1440 Hijriah di Kota Medan, pekan lalu.

Fitriyus menegaskan, berita yang beredar tersebut adalah bohong (hoaks). “Saya sudah tanyakan kepada Gubernur. Berita itu tidak benar,” kata Fitriyus, Selasa (11/6/2019)

Fitrius menyatakan, bantahan atas berita itu telah disampaikan melalui akun instagram @humassumut.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak turut menyebarkan hoaks tersebut. "Kami berharap semua pihak berhenti menyebarkan kabar bohong itu sehingga tak timbul kesalahpahaman,” tuturnya.

Meski menyebut artikel-artikel itu hoaks, Pemprov Sumut belum mau menempuh jalur hukum guna memperkarakan sejumlah media daring tersebut.

Adapun hoaks terkait Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mencuat saat aparat mengamankan peserta takbiran keliling Idul Fitri 1440.

Ada media online yang menyebutkan Edy Rahmayadi mengancam menyumpal mulut anggota polisi memakai granat.

Pada pemberitaan itu disebutkan, aparat kepolisian hendak membubarkan peserta takbiran yang sedang beristirahat di pinggiran jalan kawasan Lapangan Merdeka Medan.

Gubernur Edy Rahmayadi yang melintasi kawasan itu kemudian turun dari mobil dan mendatangi aparat kepolisian. Ia disebut marah-marah kepada polisi.

“Apa hak kau melarang rakyat takbiran keliling di kota ini. Ini rakyatku. Kau laranglah, aku sumbat granat mulut kau,” kata Edy dalam berita tersebut.

Atas pemberitaan ini, Pemprov Sumut menegaskan hoaks.(cr19/Tribun-Medan.com)

Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved